Husna Reading List
2 stories
Victor  by Rycheerill
Rycheerill
  • WpView
    Reads 539,489
  • WpVote
    Votes 35,846
  • WpPart
    Parts 32
Selena Lyrell, seorang psikiater muda yang dikenal cerdas, menerima tawaran kerja yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya: menangani seorang pasien kejiwaan di The Hell, sebuah fasilitas rehabilitasi khusus bagi para penjahat kelas atas yang terkenal tak hanya kejam, tetapi juga kehilangan nurani mereka sepenuhnya. The Hell bukan sekadar tempat isolasi-ia adalah legenda kelam. Banyak dokter dan perawat yang sebelumnya bertugas di sana ditemukan tewas secara mengenaskan, dengan kasus-kasus yang tak pernah berhasil dipecahkan. Fasilitas itu sudah seperti lubang hitam yang menelan siapa pun yang masuk terlalu dalam. Selena bimbang. Tawaran itu memang bernilai tinggi, tetapi risikonya jauh lebih besar daripada yang pernah ia hadapi. Keraguannya semakin membuncah ketika ia mengetahui identitas pasien barunya: Victor. Victor adalah pria yang dulu semasa SMA pernah ia kejar-kejar dengan perasaan yang nyaris gila-obsesi remaja yang tak pernah benar-benar padam. Namun kini, Victor bukan lagi sosok yang ia kenal. Ia berubah menjadi seseorang yang kelam, tak tersentuh, dan dianggap sebagai salah satu pasien paling berbahaya di The Hell. Pertemuan mereka kembali bukanlah sebuah romansa takdir-melainkan ujian hidup dan mati. Akankah Selena mampu bertahan menghadapi kegilaan yang menguasai The Hell dan rahasia kelam yang disembunyikan Victor? Atau justru ia akan menjadi korban berikutnya, seperti para pekerja yang telah jatuh sebelum dirinya?
Blood On Snow by papercutscars
papercutscars
  • WpView
    Reads 101,388
  • WpVote
    Votes 13,045
  • WpPart
    Parts 32
Darah di atas salju adalah tanda yang paling mencolok. Tidak bisa disembunyikan, tidak bisa diabaikan. Putih adalah warna kematian. Merah adalah warna peringatan. Jett melihat keduanya bersatu dalam satu malam di Mansion paling pojok milik keluarga Cross. Cahaya senter Jett menyapu sosok yang menjulang nyaris dua meter. Sebuah pahatan hidup dengan kemeja putih rapi yang kontras dengan aura kematiannya. Kulitnya translusen, sebening kertas roti, memperlihatkan peta pembuluh darah biru dan ungu yang berdenyut di pelipis dan lehernya. Rambutnya jatuh berantakan, berwarna perak tanpa secercah pun pigmen kehidupan. Namun, matanyalah yang menghentikan detak jantung Jett. Sepasang iris merah darah. Menyala di kegelapan, tanpa pupil, menatapnya dengan kosong layaknya predator. Jett lari menyelamatkan diri, mengira dia selamat dari mimpi buruk itu. Tapi dia salah. Kau tidak bisa lari dari seseorang yang sudah menghafal caramu bernapas. ⚠️ This story contains explicit sexual content, strong language, graphic violence, and dark themes including stalking, obsessive behavior, and morally ambiguous characters. Reader discretion is strongly advised.