withluv_marrda
Leisya tidak punya alasan untuk memikirkan Arya.
Serius. Tidak ada.
Cowok itu menyebalkan, terlalu santai, dan punya hidung yang -entah kenapa- selalu mengingatkan Leisya pada Pinokio. Mancungnya keterlaluan. Sedikit saja dia bohong, hidungnya mungkin bisa langsung menembus kaca jendela.
Dan dari sekian banyak orang di dunia ini, kenapa justru dia yang pindah ke kompleks Leisya?
Dari bocil-bocil yang tiba-tiba ikut-ikutan usil sampai momen memalukan yang seharusnya tidak pernah terjadi, hidup Leisya berubah jadi lebih... berisik.
Harusnya ini cuma gangguan kecil.
Bukan sesuatu yang perlu dipikirkan.
Apalagi dirasakan.
Tapi kalau memang bukan apa-apa...
kenapa dia jadi satu-satunya yang paling sulit diabaikan?
---
"Melalui kacamata Leisya, semua terlihat jelas -sayangnya, Arya tidak termasuk."
-Kacamata Leisya-
Copyright @withluv_marrda