NelisaIndah
Luka abadi dibalik sebuah tawa.
Kala bersuara tak didengar,
Bercerita hanya angin lalang,
Maka biarkan sajak terucap,
Berkelana menyusuri duri setapak,
Demi kebahagiaan semata yang menyayat.
Mereka yang banyak tawa, nyatanya punya pilu paling mendalam. Tak ada satupun manusia yang ingin terlahir sebagai luka, namun kenyataan menampar keras bahwa mereka bersahabat baik.
Kisah ini menceritakan ketidakadilan. Manusia yang berada diambang tengah. Tidak hidup, tidak juga mati. Sejak tragedi itu, cara pandangnya menatap dunia berbeda. Seolah dunia adalah permukaan bumi paling keji yang dihuni oleh manusia berhati busuk.
Kini, aku hidup bukan karena bertahan, melainkan masih diberi hidup saja.