KuroiTenshi48
- Reads 1,047
- Votes 164
- Parts 10
"Rekah merekahlah engkau sepasang sayap yang dipupuk asa, dibelai senyap, dan dirindu waktu. Selamat terluka, sebab hanya bagi engkau yang mengerti bahwa luka adalah anugerah yang akan terbang ke cakrawala."
****
Bagi Freya, setiap manusia punya satu naskah raksasa yang memandu jalan hidupnya. Setiap kali improvisasi terlalu menyimpang, akan ada lampu sorot yang menuntun kembali ke naskah utama. Atau jika panggung terlanjur terlalu gelap, tirai pergantian babak akan tiba-tiba turun agar bisa pindah ke adegan berikutnya. Setidaknya begitu menurut teorinya.
Tapi Fiony, kakak tingkat jurusan DKV yang jadi objek tugas observasinya, malah menuntun Freya pada kenyataan eksistensi seseorang yang terlahir dengan naskah yang tidak pasti. Setiap kali Freya merasa sudah mengenal Fiony, polanya akan berubah, memaksanya kembali ke titik nol, dan memetakan semuanya dari awal.
"Kamu tau, kamu selalu keliatan kayak aktor yang gak mengenal panggungnya. Menurut aku, itu aneh. Tapi aku gak mau biarin anomali itu terus improvisasi tanpa tau perbedaan antara action dan cut."
****
(Bukan lapak gxg)