nailinra
- Reads 9,950
- Votes 344
- Parts 3
Tiada yang sia-sia dalam kesabaran.
Ninda harus berlarut-larut dalam kesedihan, ketika usianya terus bertambah namun jodoh tak tiba-tiba. Bukan karena tak ada yang menginginkannya, namun belum ada yang Ninda ingin untuk ia sanding sebagai pendamping.
Hatinya bergolak resah jika terpaksa menikah tanpa cinta, karena tuntutan usia. Di sisi lain, orangtua dan guncingan tetangga mengiringi langkahnya.
Haruskan ia memilih pasangan yang tak ia suka, atau ia memilih menunggu alarm di hatinya berdentang sebagai tanda jodoh terpilih telah tiba?