2NafisahAlya
Di Westerland, pernikahan bukan soal hati, melainkan soal nama, kekuasaan, dan warisan yang tak boleh jatuh ke tangan yang salah.
Ararouse Sterling, pewaris tunggal Sterling Luxury Group, menerima perjodohan dengan Arthur Montgomery, calon penguasa dinasti Montgomery, tanpa menuntut cinta, tanpa menawarkan kelembutan. Baginya, ini hanya langkah politik. Bagi Arthur, ini adalah kewajiban.
Arthur dikenal dingin, berwibawa, dan nyaris tak tersentuh. Sementara Rose, sebagaimana orang-orang memanggilnya, tajam bagai kristal yang dipoles sempurna, menguasai ruangan hanya dengan tatapan.
Namun ketika pintu rumah Montgomery tertutup di belakangnya, Rose menyadari sesuatu yang tak pernah diberitahukan siapa pun:
Ada seseorang di balik tembok besar itu.
Ada nama yang tak pernah disebutkan.
Ada cinta yang disembunyikan rapat-rapat, bukan untuknya.
Dan di antara kebohongan yang rapi, harga diri yang terluka, serta perasaan yang tak seharusnya ada...
Rose memahami satu hal:
Mencintai seseorang yang hatinya sudah dimiliki orang lain adalah takdir terburuk bagi seorang perempuan yang tak pernah kalah.
Ketika cinta tumbuh di tempat yang salah, siapa yang harus pergi dan siapa yang harus bertahan?