_maharani02
Setiap harinya Cellin selalu diselimuti kebahagiaan. Tetapi ketika ia berusia 15 tahun, kebahagiaan itu perlahan-lahan mulai sirna dan digantikan oleh kesunyian serta kesedihan. Bahkan ia divonis penyakit mematikan. Ia pun sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya, namun ada suatu hal yang membuat Cellin tetap ingin bertahan hidup. Apakah hal tersebut dapat menghantarkan kebahagiaan lagi kepada Cellin? Dapatkah ia menjalankan kehidupan sehari-hari nya seperti sedia kala?