Buku Bagus
2 stories
Pembantu Jadi Cinta (Terbit) by astridslovely_03
astridslovely_03
  • WpView
    Reads 210,265
  • WpVote
    Votes 7,089
  • WpPart
    Parts 41
READY STOCK @90k Untuk pemesanan bisa WA : 085877790464 Cover : @marudesign Genre : romance-horror Siapa bilang pembantu itu tidak berpendidikan. Tidak semuanya begitu, dan tidak semua pembantu punya kelas rendahan. Aku misalnya. Kini aku baru sadar, kecerdasan saja tidak cukup, seringkali uang dan nepotisme menghalangi calon pekerja bertalenta sepertiku mendapatkan jabatan tinggi. Mungkin keberuntungan memang sedang tidak berpihak hingga kecerdasan maksimal yang kupunya hanya bisa mengantarkanku pada sebuah biro penampung para PRT, yang mengharuskanku bekerja pada seorang tua renta. Di tengah rasa tidak sukaku pada realita hidup, kenyataan yang kudapat justru begitu mengejutkan. Bukan pria berusia enam puluhan yang kutemui, melainkan sosok rupawan seperti Arjuna di kehidupan nyata, yang angkuh dan super menyebalkan. Namun tantanganku sebagai pembantu tidak sampai di situ. Apartemen itu berhantu. Hampir setiap hari aku dihantui suara tangisan, juga arwah seorang wanita. Aku pernah mendapat bentakan keras dari majikanku karena nyaris membuka pintu sebuah kamar terlarang, bahkan yang lebih mengerikan lagi ... suara bel misterius selalu kudengar setiap Selasa malam. Ketika aku memutuskan untuk berhenti dari pekerjaanku, dia justru mengatakan bahwa ... "Saya punya pekerjaan baru buat kamu. Jadilah ibu dari anak-anak saya. Saya akan membayar kamu dengan mahar." --Bramasta--
Bukan Wanita Shalehah by SeolHan-Na
SeolHan-Na
  • WpView
    Reads 663,801
  • WpVote
    Votes 41,402
  • WpPart
    Parts 24
📝 Sequel Imam Terbaik 📝 "Wanita dinikahi karena empat hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agama nya; maka pilihlah yang memiliki Agama, maka demikian engkau akan beruntung." (HR. Bukhari dan Muslim). "Kamu tau kenapa Agama menjadi pilihan para Pria dalam mencari pendamping hidupnya?" Aku terdiam sejenak lalu memandangnya yang menatap lurus ke depan. Perlahan aku mengangguk. "Karena Agama merupakan fondasi yang utama untuk membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. " Dia mengangguk sepertinya setuju dengan jawabanku. Di tengah obrolan mendadak ini, tiba-tiba dia menoleh menghadapku. Mata tajamnya yang sering kali ku lihat dan tidak pernah membosankan menyelam ke dalam bola mataku. "Kalau begitu apa kamu bersedia menjadi wanita yang akan mendampingi lelaki akhir zaman ini?" Masya Allah... Dia melamarku?