AnastasyaRee
- Reads 4,128
- Votes 485
- Parts 18
Aksara Abimana tidak percaya pada hal-hal yang tidak bisa dibuktikan. Baginya, hal-hal terkait mitos dan legenda hanyalah khayalan manusia yang ingin kabur dari realita. Sampai penelitiannya sendiri membuktikan bahwa dia salah.
Aksara hidup saat dunia sedang hancur, terutama Indonesia. Di mana muncul fenomena saat ribuan benda-benda astronomis menggantung di langit, menyebabkan iklim hancur gila-gilaan. Membuat salju turun di wilayah tropis, kekeringan di sisi lain, penyakit yang tidak bisa dijelaskan menyebar dengan cepat. Dan Aksara, yang percaya segalanya ada jawaban lewat data dan persamaan, menemukan sesuatu yang lebih gila dari krisisnya sendiri, dimensi masa lalu dan masa kini sedang bertabrakan.
Penelitian itu dipublikasikan paksa oleh Profesor Kendra, namanya menjadi harapan dunia, membuat dia marah karena tak menginginkannya. Penelitian ini berkembang menjadi sesuatu yang tidak bisa dia atasi, tidak bisa di atur, menyebalkan menurutnya.
Hingga akhirnya tabrakan dimensi menjadi nyata.
Saat keberangkatan KKN, dimensi yang selama ini hanya sebuah teori dalam tulisan-tulisannya menjadi nyata. Gedung pencakar langit bersebelahan dengan keemasan kerajaan Nusantara. Jalan beraspal tenggelam di bawah akar-akar purba. Dan makhluk-makhluk yang selama ini hanya hidup dalam mitos masyarakat, kini berjalan di antara mereka.
Bersama lima orang teman KKN yang bahkan belum dia percaya sepenuhnya, Aksara masuk dalam wilayah yang tidak ada dalam peta. Alam, masa lalu, dan masa kini menyatu. Semuanya hidup berdampingan.
Bahkan kamera pengintai paling canggih masih memiliki titik buta yang tak bisa dilihatnya, apalagi sejarah?
Aksara berdiri di titik buta, di mana untukpertama kalinya dia berada di wilayah baru yang tidak memiliki data untukdiandalkan. Tak ada yang benar-benar tahu namanya. Dalam bisik-bisik yangberedar, tempat itu disebut sebagai Tanah Rimba, katanya.