.
2 story
ALZELVIN بقلم naravc_
naravc_
  • WpView
    مقروء 15,844,969
  • WpVote
    صوت 597,911
  • WpPart
    أجزاء 47
"Sekalipun hamil anak gue, lo pikir gue bakal peduli?" Ucapan terakhir sebelum cowok brengsek itu pergi. Gadis sebatang kara itu pun akhirnya berjuang sendiri melahirkan anaknya tanpa suami. Menjadi ibu tunggal bukanlah hal mudah, apalagi lambat laun sang anak selalu bertanya tentang keberadaan ayahnya. "Mommy, Al selalu doa sebelum bobo. Diulang tahun Al yang ke 5 nanti, papa pulang terus bawain Al boneka dino." Ibu muda itu hanya menangis, seraya memeluk anaknya. Lalu bagaimana jika ternyata sang ayah juga sebenarnya menginginkan Al.
+22 أكثر
SENJA (Cinta Itu Semakin Pudar) بقلم Mamaalva
Mamaalva
  • WpView
    مقروء 210,127
  • WpVote
    صوت 16,011
  • WpPart
    أجزاء 31
Pernikahan indah dengan pedang poranya itu masih terbayang jelas di pikiran Senja seakan baru kemarin suaminya menggandengnya melewati pedang-pedang yang berjajar di angkat dengan megah oleh para junior dan rekan suaminya, Senja masih terbayang indahnya hingga Senja lupa jika pernikahan indah itu sudah berlalu 10 tahun yang lalu. Cinta itu masih terbangun indah untuk Sang Mayor Juanda Prabumi, suaminya, cinta pertamanya, seorang yang berjanji pada Ayahnya akan selalu menjaganya, namun sayang cinta yang dimiliki suaminya memudar. Dialah Mentari Yunika, kowad cantik yang baru satu tahun bertugas di Batalyon tempat Juanda tersebut sukses menumbuhkan cinta terlarang di hati Juanda. Juanda jatuh cinta untuk kedua kalinya melupakan sang istri yang sudah memberikan seorang putri cantik untuknya. Pintar, muda, dan segar, pesona indah Sang Mentari sukses memudarkan cinta Juanda pada Senja, dan hal paling epik dari semuanya adalah orangtua Juanda yang mendukung penuh keputusan Juanda untuk mendua. "Kamu bilang cintamu padaku memudar, Mas? Kamu tahu, aku pun merasakan hal yang sama tapi aku memilih mengumpulkan serpihan cinta yang tersisa karena yang aku tahu menikah itu seumur hidup dengan segala keadaan bukan tentang omong kosong pembenaran kamu yang telah mendua."