RanggaSJ
- Reads 57,030
- Votes 434
- Parts 21
Sore itu, hujan turun tanpa kompromi di tengah kemacetan Jakarta. Di sebuah ruas jalan tergenang, Muhammad "Mamat" Rizaldi, kurir muda berusia 18 tahun, berhenti saat melihat seorang perempuan terjebak di dalam mobil mewah yang mati mesin. Basah kuyup, Mamat membantu tanpa bertanya siapa dia-hingga belakangan ia tahu: perempuan itu adalah Nadira Pramesti, CEO perusahaan tempatnya bekerja.
Pertemuan itu tidak seharusnya berarti apa-apa. Tapi bagi Nadira-wanita berusia 38 tahun, janda yang terbiasa mengendalikan segalanya-tatapan polos Mamat dan keberaniannya menembus protokol menjadi gangguan yang tak bisa ia abaikan. Mamat bukan siapa-siapa. Tidak punya gelar, tidak punya jabatan. Tapi punya sesuatu yang jarang ditemui Nadira di dunia bisnis: ketulusan yang tak bisa dibeli.