rhenoimw
- Reads 1,709
- Votes 337
- Parts 14
Dalam senyap penjajahan, sehelai kain menjadi senjata.
Gendhis bukan prajurit. Ia hanya gadis muda pembatik, namun dari tangannya, batik berubah menjadi medium perlawanan. Motif-motif halus menyimpan peta rahasia. Pola-pola rumit menyamarkan pesan-pesan sandi. Dalam tiap guratan malam, ia menyulam dendam, harapan, dan cinta yang tak sempat mekar.
Ketika tanah air dicabik, ketika cinta bertabrakan dengan logika, dan pengkhianatan datang dari arah yang tak disangka-Gendhis hanya punya dua pilihan: misi atau mati.
Puluhan tahun kemudian, di sebuah rumah tua yang nyaris runtuh, ditemukan sehelai kain batik. Di sudutnya, tertera nama yang nyaris hilang ditelan sejarah:
"Blitar, 1942 - Dyah Ayu Wastra."
Ceritanya tak pernah ada dalam buku sejarah. Tapi jejaknya tertinggal di selembar kain berdarah.
Apa yang hendak ia sampaikan?
Dan apakah kisahnya benar-benar selesai?
PUBLISH : 25 JULI 2025
HANYA KISAH FIKSI!!!
CERITA MURNI DARI PEMIKIRAN PENULIS SENDIRI, JADI MAKLUM KALAU ADA KEJANGGALAN (INI EKSPERIMEN WKWK). DILARANG KERAS UNTUK PLAGIAT, IDE MAHAL BEESS!!!