astrifina
Bagi Anya, kelulusan kuliah bukan sebuah gerbang kebebasan, melainkan awal dari ruang tunggu yang penuh ketidakpastian. Di saat dunia menuntutnya untuk segera melangkah, gadis pencinta warna pastel ini justru kehilangan arah dan terjebak dalam kecemasan akan masa depan.
Hingga suatu sore di sudut terdalam Gedung Arsip Tua, Anya menemukan sebuah kotak kayu berukir klasik yang terkunci rapat. Di sela tutupnya, terselip selembar kertas putih gading berisi untaian puisi misterius dan kode koordinat geografis yang terputus. Sebuah dekrit rahasia dari masa lalu.
Bertekad mengisi kekosongan jiwanya, Anya memutuskan untuk mengikuti petunjuk tersebut. Namun, langkah pertamanya langsung dihadang oleh Satria-seorang pemuda jangkung, bermata tajam, dan memiliki pemikiran sedingin es. Satria memegang buku catatan penting milik kakeknya yang menjadi kunci untuk membaca sisa koordinat milik Anya.
Anya memegang kotaknya, Satria memegang kuncinya.
Terjebak di antara ego yang sama-sama keras, mereka terpaksa menyepakati sebuah gencatan senjata. Bersama-sama, mereka menyusuri sudut-sudut kota tua, memecahkan teka-teki puitis di bawah pendar lampu jalanan, dan beradu argumen antara logika dan intuisi. Namun, semakin banyak kode yang terpecahkan, dinding pertahanan di hati mereka perlahan runtuh.
Apakah dekrit rahasia di dalam kotak kayu itu akan menuntun mereka pada jawaban masa lalu, atau justru pada masa depan yang selama ini mereka cari?