Nrameliariz's Reading List
2 stories
Aku Tahu Kapan Kamu Mati (Sudah Terbit & Difilmkan)  by Arumi_e
Arumi_e
  • WpView
    Reads 7,519,212
  • WpVote
    Votes 229,212
  • WpPart
    Parts 46
Beberapa kali #1 in horror #1 in thriller #1 in mystery Novelnya sudah terbit dan sudah difilmkan. Sebagian cerita sudah dihapus. Sinopsis : Siena, murid baru SMA Gemilang yang dianggap aneh teman sekelasnya. Bukan hanya karena wajahnya yang pucat, tapi juga karena dia tak pernah tersenyum, sedikit bicara dan jika memandang, tatapannya tajam sekali. Flo, teman sebangkunya, menahan rasa kesal. Dia yang biasanya ceria menjadi mati kutu di samping Siena. Sikap Siena yang seperti itu bukan tanpa alasan. Siena bisa melihat mahluk-mahluk tak kasat mata, dengan penampilan yang membuatnya ngeri. Dia pun sering mendapat tanda-tanda kapan seseorang akan mati. Semua kemampuannya itu membuatnya dijauhi, dikucilkan dan merasa tersiksa tak bisa hidup normal. Keadaan semakin rumit saat satu per satu orang yang berbuat buruk padanya celaka. Membuat Siena dicurigai sebagai penyebab mereka celaka. *Mulai ditulis 10 Februari 2018 Selesai 20 Juli 2018 NOTE : Cerita ini merupakan pengembangan dari cerpen karyaku yang aku tulis tahun 2010 dengan judul berbeda. Setelah ceritanya aku perpanjang, aku ubah judulnya jadi "Aku Tahu Kapan Kamu Mati" supaya lebih mencekam. Cerita ini sudah terbit menjadi novel. Karenanya, isi cerita part 20-45 sudah dihapus.
FRESH GRADUATE by anisaaas
anisaaas
  • WpView
    Reads 1,574
  • WpVote
    Votes 85
  • WpPart
    Parts 22
Mencari Pekerjaan, kadang sulit, kadang gampang, kadang sulit banget! keluh Raisa. Wawancara kerja, bisa baik bisa buruk. Kalau baik berarti kamu menemukan orang yang tepat, kalau buruk mungkin kamu baru saja bertemu figuran, figuran dalam hidup kita. Wawancara, identik dengan penerimaan, identik juga dengan penolakan. Lalu apa jadinya kalau kita...DITOLAK... Hrd : "Mba Raisa, kalau nanti tidak diterima bukan berarti mba Raisa kurang pintar. Namun mungkin kebutuhan kami berbeda. Akan dikabari satu minggu, atau dua minggu lagi" Aku : "Baik, terimakasih pak" aku memegang tas, berniat meninggalkan ruangan, sambil sesekali mengusap mataku, bukan menangis, hanya mengantuk dan menguap. Untuk apa menangis? Toh dia baru saja menolak karyawan paling keren sedunia. Aku tersenyum sendiri, bukan gila, hanya ingin saja. Kelak, aku janji, dia yang akan melamar ke kantorku, aku CEO nya, mimpi? Menghayal? Tidak...itu pasti terjadi, kan aku baru saja berdoa, dan Allah Swt pasti mengabulkan. Hrd : "Baiklah, saya kira cukup untuk hari ini. Terima kasih sudah hadir diinterview ini, selamat siang.."