Hening_Semesta
- Reads 11,144
- Votes 1,419
- Parts 54
Bagi Celine, bersumpah sebagai dokter relawan berarti siap menyerahkan kenyamanan hidup demi menyelamatkan nyawa di tengah puing-puing bencana. Namun, ia tidak pernah siap menghadapi Kapten Abizar-komandan militer berhati dingin yang memimpin tim evakuasi. Pertemuan pertama mereka di lokasi bencana menyisakan luka salah paham yang mendalam, membuat keduanya berpisah dalam keheningan dan kekecewaan yang tak sempat terucap.
Waktu berlalu, dan takdir memiliki caranya sendiri untuk menagih cerita yang belum usai.
Di bawah kepungan kabut tebal dan ancaman konflik bersenjata di pedalaman Papua, Celine dan Abizar dipertemukan kembali. Di tanah yang rawan ini, dinginnya sikap Abizar perlahan terkikis oleh ketulusan Celine. Di antara desing peluru dan detak jantung yang berpacu dengan maut, benih-benih cinta yang sempat mati di reruntuhan bencana, kini mulai tumbuh bersemi.
Namun, Papua tidak hanya menguji nyali mereka melawan bahaya, tetapi juga menguji keteguhan hati mereka. Kehadiran dokter militer lain yang menaruh hati pada Abizar mulai menggores dinding kepercayaan yang baru saja Celine bangun.
Saat ancaman penculikan dari kelompok pemberontak mengintai di balik rimbunnya hutan, Celine dan Abizar dihadapkan pada pilihan paling ekstrem dalam hidup mereka. Ketika tugas negara, sumpah medis, dan ego cinta saling berbenturan, akankah stetoskop dan sangkur berhasil menyatu? Ataukah kabut Papua akan menelan takdir mereka dalam sebuah tragedi yang tak terlupakan?