SariSoetomo's Reading List
5 histoires
Kita Semua Sama par 28mahesa
28mahesa
  • WpView
    LECTURES 144
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Chapitres 1
Sebuah cerita pendek hasil pemikiran seorang anak SD. Cerita yang sangat sederhana, tentang rasisme dan bullying anak sekolah menengah. Jadilah kuat, tapi jangan lupa untuk menjadi baik. Karena hati siapapun bisa luluh dengan sedikit ketulusanmu.
Semesta Monokrom par 28mahesa
28mahesa
  • WpView
    LECTURES 41
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Chapitres 2
"Monokrom, mungkin kata yang tepat untuk masa depan kita." "Tidak. Aku tidak akan membiarkan makhluk itu merenggut warna dunia kita!" Katakanlah soulmate itu nyata. Belahan jiwamu sedang menunggumu di suatu titik di bumi ini. Hanya saja, kalian belum dipertemukan. Tapi ada satu petunjuk yang diberikan pada orang yang tulus mencari cinta. Sejak lahir kita hanya melihat dunia ini dalam satu spektrum warna, monokrom. Tapi saat kau bersentuhan untuk pertama kalinya dengan soulmatemu, saat itulah duniamu berwarna. Setelah sekian lama melihat hitam putih dan kelabu, kau akhirnya bisa melihat merah, biru, kuning, dan warna-warna langit lainnya. Aku tidak begitu mempercayai dongeng ini. Tapi saat aku bertabrakan dengannya di koridor sekolah, aku menyaksikan keajaiban. Seluruh duniaku berubah menjadi berwarna. Aku sangat terkejut hingga tak percaya dengan apa yang ada di depan mataku. Jadi aku bertanya padanya untuk memastikan. "Apakah kau melihatnya juga?" "Melihat apa?" Saat itu, entah semesta yang sedang bercanda, atau ada kecacatan dalam keajaiban ini. #inibukanromance #inijugabukanteenfiction #inifantasiyangdilakonkanolehremaja #inifantasidandrama
Netra Anugerah : Akademi Dwiastara par 28mahesa
28mahesa
  • WpView
    LECTURES 6,181
  • WpVote
    Votes 485
  • WpPart
    Chapitres 27
BUKU '1' SERIAL NETRA ANUGERAH . . . . . . Namaku Mona. Mona Zaina Kala. Aku lahir dari keluarga penyihir. Ayahku seorang Wizard dan Ibuku seorang Enchanter. Ketiga adikku, Bella, Ginerva, dan Lisa, adalah calon penyihir berbakat. Semua anggota keluargaku adalah penyihir. Tapi aku tidak bisa menggunakan sihir sama sekali. Untungnya, aku tidak sendiri dalam kondisi aneh ini. Sahabatku, Aimee, Farren, Diandra, dan Agnila juga belum bisa menggunakan sihir di usia 15 tahun. Kami berlima sudah menerima kenyataan dan bersiap dengan kemungkinan terburuk, menjadi manusia Tanpa Faksi. Namun siapa yang menyangka, Semesta berkata lain. Pada hari Upacara Pemberian Anugerah dan Pembagian Faksi, darah kami mengalir pada batu Bulan Hitam yang membuat kami menjadi anggota Faksi misterius yang tidak pernah terdengar di seluruh Kerajaan Pertiwi. Lima orang yang tadinya diremehkan karena tidak bisa menggunakan sihir, kini menjadi siswa Akademi Dwiastara, dengan petualangan luar biasa yang menanti. Menjinakkan naga, memasuki Dimensi Lukisan, melawan pasukan teroris, dan menyelamatkan Kerajaan. . . . . . . . . . . . . Buku 1 Selesai Akan bersambung ke Buku 2 Netra Anugerah : Festival Nusantara
+22 autres
Aeolian par 28mahesa
28mahesa
  • WpView
    LECTURES 1,581
  • WpVote
    Votes 171
  • WpPart
    Chapitres 50
Seurai puisi untuk menemani senjamu, dan mungkin akan sedikit menyentuh hati kecilmu.
Netra Anugerah : Air Mata Rembulan par 28mahesa
28mahesa
  • WpView
    LECTURES 76
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Chapitres 2
Teruntuk, Ibuku tersayang, Ibu, aku sudah berjanji bahwa aku akan belajar dengan serius dan mulai mencari masa depan yang jelas. Demi Dewa, aku tidak pernah ingin mengingkari janji itu. Namun rasanya sulit untuk menjalani kehidupan sekolah yang normal saat aku sekelas dengan seseorang yang suka merakit bom di kolam milik kepala sekolahku, orang yang mendorongku dari atas menara 25 lantai, seseorang yang bisa melihat hantu dan berkata bahwa aku diikuti pengantin gentayangan, juga orang yang seenaknya mengganti namaku dan menyeretku ke dalam setiap masalahnya di sekolah ini. Ibu, bagaimana kabar ibu? Ibu baik-baik saja di sana, kan? Ibu sibuk, tidak? Kalau Ibu ada waktu luang, tolong datangi mereka dan minta mereka berhenti menggangguku. Kalau Ibu berhasil membuat mereka setidaknya pingsan atau kesurupan, aku janji aku akan belajar menerima ayah dan keluarga barunya. Oh, iya. Bu, karena kejadian di dermaga itu, aku masuk ke Faksi Ancient Grace! Yah, entah aku harus senang atau malah menyesal karena masuk ke Faksi aneh itu. Yang jelasnya, Ibu tidak perlu khawatir. Aku baik-baik saja di sini. Akan aku usahakan untuk memenuhi janjiku pada Ibu. Jadi jangan sedih, oke? Anakmu, Chandrika (sekarang teman sekelasku memanggilku Cendric) Ekawira. ... Tentang Cendric, serta masa lalu yang belum sanggup ia tinggalkan, dan tentang Cendric serta masa depan yang belum sanggup ia jalani. Kisah ini adalah tentang bagaimana Cendric belajar menerima hidup yang tidak sesuai ekspektasinya, tentang bagaimana Cendric belajar melawan badai yang selalu melandanya, dan tentang bagaimana Cendric belajar memahami air mata rembulan yang dititipkan padanya.