We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
griselall's Reading List
2 stories
Harmony : Half Blood Prince || [HarryxHermione]✔ by Karika_V
Karika_V
  • WpView
    Reads 16,679
  • WpVote
    Votes 1,363
  • WpPart
    Parts 26
Tahun ke-6 di Hogwarts, Harry Potter dkk kini sudah memasuki fase remaja dan lebih dewasa, perasaan romansa pada lawan jenis pun mulai tumbuh termasuk perasaan Harry terhadap Hermione. Di lain sisi mereka bersama Dumbledore juga harus menghadapi Voldemort dan para pengikutnya yang mulai berani membuat kekacauan. N/B : All Harry Potter characters are the property of J.K. Rowling and Bloomsbury/Scholastic. No profit is being made. Author by bt1995 Started : 02-01-2021 Finished : 27-07-2021 Harmione Area Note : Ini adalah cerita terjemahan. Aku menerjemahkan dan mengunggahnya di Wattpad agar bisa menyimpan cerita ini.
All The Wrong Things by LovesBitca8 (Terjemahan) (Revisi 2/24) by dramionemania
dramionemania
  • WpView
    Reads 64,718
  • WpVote
    Votes 3,077
  • WpPart
    Parts 37
All The Wrong Things by LovesBitca8 (Terjemahan) Diterjemahkan oleh: Asa Cerita ini merupakan sekuel dari "The Right Thing to Do", ditulis dari sudut pandang Draco. Bagian kedua dari seri "Rights and Wrongs". Ringkasan: Jumat, 27 Agustus 1999 Mereka mulai berbisik lagi. Berusaha merendahkan suara agar si tahanan tidak mendengar. Padahal si tahanan berdiri tak sampai lima meter dari mereka. Usaha yang sia-sia. Aku berharap mereka mengeluarkanku dari ruangan ini jika memang ingin berdiskusi. Mengembalikanku ke ruangan kecil tempatku ditahan tadi pagi. Namun tentu saja tidak. Mereka membiarkanku berdiri di dalam kurungan ini, tepat di tengah-tengah mereka. Dipajang. Aku memusatkan pandangan pada satu titik beberapa langkah di depanku dan memaksakan diri untuk tetap menatap ke sana. Aku tidak ingin melihat wajah-wajah mereka. Aku juga tidak ingin tertidur. Sebuah rasa kantuk memaksaku menguap. "Tuan Malfoy. Saksi berikutnya sudah tiba. Apakah Anda siap melanjutkan persidangan?" Aku nyaris tersenyum. Seolah-olah aku punya pilihan.