retmanurika
- Reads 624
- Votes 94
- Parts 17
"Rin," panggil Hendra.
Rini menoleh. Hendra merogoh kantung kemeja bercorak batik. Kini, di tangannya memegang kotak kecil berwarna merah menyala. Lelaki yang sebaya dengan Rini itu membuka kotak tersebut. Kilatan kuning berkilau memantulkan sinar mengkilap di netra belo, gadis yang dilamar dadakan itu. Hendra tanpa ijin, menyerobot jemari gadis yang duduk di sebelahnya. Dia memakaikan cincin tersebut di jari manis Rini. Netra gadis itu berkaca-kaca.
"Alhamdulillah, pas." Hendra mengulum senyum. Kemudian, menatap jemari Rini dan menggenggamnya erat.
"Lo ada duit buat beli ginian?" tanya Rini sinis.
"Hutang, Rin," jawab Hendra santai.
"Trus habis nikah, gue yang bayar hutangnya, 'kan?" tebak Rini sadis.
Hendra tertawa mendengar ucapan Rini. Dia pun mengacak rambut sahabatnya yang sebentar lagi berubah status menjadi istrinya. Dengan gemas, laki-laki berwajah oriental itu memencet hidung calon istrinya.