Winams
"Edgar, nanti siapa ya yang bakal punya pacar duluan?" Kata ku sedang menatap lurus ke ujung danau.
"Lo lah!" Dengusnya.
"Kok gue?!" Ketus ku.
"Lo kan ganjen." Balas Edgar.
Aku menoyor kepalanya.
"Aduh, Kasar banget si jadi cewek." Keluh Edgar.
"Sotoy banget lagian." Kata ku merajuk.
"Becanda gendut."
"Gue gak gendut gar!"
"Iya, kurus."
Aku tersenyum tipis.
Edgar membalas nya.
Edgar Adi Kusuma, kalau kau tahu sejak sore itu aku hanya ingin menjadi pacar mu, bukan mengharapkan siapa pun. Mungkin kali ini kita masih dengan hati yang sama.
Edgar, kalau saja kau tahu. Aku tidak ingin menjadi dewasa seperti sekarang.
Aku kehilanganmu. Kita hidup di dunia yang sama, tapi aku tidak lagi pernah melihat mu.
Berharap di jalan yang ku telusuri kita bertemu.
Pada akhirnya kita hanya seseorang yang masing-masing saja.
Kita hanya hidup di 1 kota, 1 wilayah yang jauh nya sudah setara Antartika.
Dan kenyataan nya..
kita kembali asing di hati masing-masing.