zellynz
[ PART MASIH LENGKAP - FOLLOW SEBELUM BACA]
Valerie Anneliese Valois punya satu motto hidup: "kalau lo cantik dan kaya, dunia ada di genggaman lo". Sebagai pemimpin geng BARBIE-Q di Aurelian International High, hidup Vane hanya seputar koleksi tas mewah, nongkrong di kafe estetik, dan memastikan mahkota imajiner di kepalanya tidak miring.
Namun, ada satu hal yang mengusik hidup sempurnanya: Xavion Jace Aldrich.
Cowok dingin, irit bicara, dan pemilik tatapan mematikan dari geng terkenal OBSIDIAN itu adalah satu-satunya orang yang berani menganggap Vane tidak ada. Bagi Vane, diabaikan adalah penghinaan besar. Maka, misinya jelas, membuat si "Robot Es" itu bertekuk lutut dan mengakui pesonanya.
"Heh, Robot Es! Lo itu punya mata buat liat gue, bukan buat pajangan doang!" -Vane.
"Berisik. Minggir." -Xavion.
Vane pikir Xavion hanyalah anak konglomerat sombong yang kurang pergaulan. Sampai suatu malam, sebuah ketidaksengajaan membawa Vane melihat pemandangan yang tidak seharusnya ia lihat. Xavion, dengan seragam sekolah yang rapi, berdiri di tengah kegelapan dengan pistol di tangan dan aura iblis yang mencekam.
Nama Aldrich ternyata bukan sekadar marga kaya raya biasa. Itu adalah simbol dari Black Sector, organisasi bawah tanah yang paling ditakuti.
Kini, Xavion tidak lagi menyuruhnya menyingkir. Dia justru menarik Vane masuk ke dunianya. Dunia yang penuh dengan rahasia, peluru, dan pengkhianatan.
Di antara drama koridor sekolah yang penuh gengsi dan ancaman nyawa yang mengintai di balik bayangan, Vane sadar... jatuh cinta pada Xavion adalah kesalahan paling indah, sekaligus paling mematikan yang pernah ia buat.
"Gue udah peringatin, Little Queen. Sekali lo tau siapa gue, lo nggak akan pernah bisa pulang ke rumah dengan selamat."