anggraptra
- Reads 880
- Votes 127
- Parts 14
Kala itu, tepat di gerbong kereta yang melaju memecah jingga. Kuhapal kian, aroma, desusan nafasmu, gemerutuk jari mu.....tertanam rapi di kranial kepalaku.
Terkadang pilu dan rindu menggebu
Dimana aku tertuju ke suatu titik
Aku hanya saja cemburu pada angin yang senantiasa menyentuh mu,
Pada air yang bisa menelisik indah tubuhmu
Atau apapun yang bisa melihat dirimu lebih jauh.
Jatuh lurus tepat kebawah.
Terbentur diantara bebatuan.
Aku kalah.
LINGGA
Aksarangga. 2020