meredalara
Masa sekolah Kala mungkin akan berjalan sesuai rencananya jika ia tidak satu kelas dengan Jengga. Lelaki berlesung pipi itu memiliki hubungan aneh dengan cuaca. Jengga Si Pawang Hujan, setidaknya itu yang teman-teman kelas katakan. Sebaliknya, Kala benci ketika hujan datang. Baginya, hujan hanya akan memberinya luka berulang-ulang. Begitupun Jengga, lelaki itu seolah hanya hadir untuk mengusik ketenangannya dengan kepedulian dan berbagai tingkah menjengkelkannya.
Namun, semesta selalu punya cara untuk mendekatkan dua kutub yang saling berlawanan. Kala yang kerap bersikap defensif, perlahan luluh oleh kegigihan Jengga dalam menyentuh dinding dinding beku yang Kala ciptakan. Membuat Kala berpikir bahwa memiliki teman untuk berbagi cerita tidak buruk juga.
Saat Jengga mulai memahami sedikit dari dunia Kala dan ia mulai jatuh sedalam-dalamnya untuk Kala, ia tahu bahwa ada satu sosok tak terkalahkan yang menempati tiap sudut hati Kala. Tak cukup itu saja, takdir membawa satu rahasia masa lalu. Benang kusut yang mengikat mereka dalam simpul rumit dan menyakitkan.
Membuat Kala kembali terluka begitu dalam.
Membuat Jengga merasa hal yang pantas ia terima adalah kematian.
"Kala, tenang. Kontrol diri lo. Jangan sampai lo nyesel dan kehilangan dia untuk kedua kalinya."
Pengorbanan sebesar apa yang harus Jengga dan Kala bayar untuk sebuah kesempatan kedua?
Apakah pada akhirnya Jengga bisa menempati hati Kala dan menyembuhkan lukanya?
Ataukah, penyesalan akan jadi satu-satunya yang tersisa saat badai akhirnya mereda?
⛈️⛈️⛈️⛈️
Tertanda, Farah Alfianah
Start: 13 Mei 2025