YafniLz
Dunia ini adalah tempat untuk kita beramal dan bekerja keras, rasa capek dan lelah itu wajar, tetapi rasa capek itu hanya sementara. Setelah pulang, semua akan hilang, dan Allah menjanjikan hal yang lebih indah di akhirat. -Ustadz Adi Hidayat
Sheza Hazimah tidak pernah punya waktu untuk memikirkan cinta dihidupnya. Baginya hidup hanya tentang: Membahagiakan orang tua dan keluarga, menjaga hafalan qur'anya, menjalankan amanah yang diberikan, mewujudkan impiannya, bermanfaat bagi yang lain dan kembali dalam keadaan mulia husnul khatimah.
Namun ternyata menghafal Al-Qur'an tidak seromantis seperti yang orang bayangkan-lupa ayat, menangis sendirian, murojaah tanpa henti, setoran yang dipulangkan. Belum lagi tanggung jawab amanah pondok yang juga besar dan status mahasiswi aktif dan berprestasi yang ia jalani. Sungguh itu melelahkan nya, lelah yang ia tanggung sendiri, belum lagi sang ibu yang selalu bertanya kapan ia akan pulang dari tanah rantau yang ia tempati.
Tidak ada ruang untuk cinta.
Sampai ia sadar bahwa ada seseorang yang justru menjaganya dari jauh, tidak pernah memaksa, tidak pernah meminta, ia hanya ada dan diam-diam memastikan gadis itu tidak jatuh sendirian. Tetapi disaat yang bersamaan, teman masa lalunya hadir dengan semua impian yang pernah gadis itu cita-citakan, tidak mau munafik justru gadis itu berharap, ia yang ada di masa lalu akan menjadi masa depannya.
Hazimah tidak pernah ingin bermain dengan perasaan. Tapi ternyata hati tidak selalu mengikuti logika.
Dan suatu hari ia harus memilih, dan yang paling sulit dijaga ternyata bukan hafalan, tapi hati yang mulai condong tanpa ia rencanakan.
Membiarkan hafalan berantakan sebab kemaksiatan, atau membuatnya menjadi keberkahan yang membahagiakan, sebab hati yang di labuhkan bisa saling menguatkan, dan semua impian itu terwujudkan. Inilah kisah seorang penghafal Quran
Penasaran lanjutannya?
Yukk, gass langsung baca >•<
Happy reading sahabat quran:)
Copy right 2026
Hak cipta dilindungi ALLAH SWT