Dani_Inspirasi
- Reads 2,418
- Votes 73
- Parts 21
Permainan dan mainan anak-anak pada masa lalu banyak mengandung kreativitas, interaksi sosial dan kejujuran anak (fair game) sampai usia remaja. Mayoritas permaianan anak-anak atau remaja melibatkan banyak orang secara langsung dan membutuhkan kerjasama dan saling percaya (mutual trust). Kini, nilai tersebut sudah mulai hilang dari dunia anak-anak kita. Sebagian anak-anak yang tumbuh hingga remaja di sebagian besar Aceh sudah mulai bergeser pada permainan digital dan mainan konsumtif atau dapat dibeli dengan uang.
Oleh karenanya, upaya pemerintah bersama dengan masyarakat untuk mensosialisasi kembali permainan anak-anak tempo dulu yang pernah dimainkan oleh anak-anak Aceh, atau setidaknya didokumentasikan kembali. Dan dalam buku ini merekam permainan tersebut yang pernah berkembang dan eksis, bukan hanya di Aceh, akan tetapi juga seluruh permainan yang berasal dari berbagai daerah Indonesia yang pernah dimainkan oleh anak di Aceh. Walaupun tidak seutuhnya dapat didokumentasikan seluruh permainan dan juga mainan yang ada, namun dapat dikatakan upaya ini patut diapresiasi dan dilanjutkan secara bertahap.
Tulisan ini, author ambil dari buku aslinya: Asal Usul Aceh Barat karya Teuku Dadek dan kawan-kawan.
Berikut ini permainan yang dimaksud:
Patok Lele
Sipak Bruek
Pongpong
Benteng-benteng
Moto Peuleupeuk Rumbia
Moto Boh Giri
Adu Boh Para
Ketapel
Tebak Manggis
Beude Bak Trieng
Bede Peuleupeuk Pisang
Bede Boh Laram
Gaseng Boh Para
Kwaci
Adu Geulayang Geulasan
Bede Mesiu
Gaseng Tutup Botol
Silop Bruek
Bioskop Kartun
Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa digalakkan kembali oleh generasi sekarang.
By Murdani bin Abdul Wahab