JihanHani3
BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA! :V
Aku tersentak di tengah-tengah lamunanku, seketika air mata mengalir begitu saja dikedua pipiku, mencoba mengusap halus pipi yang terbasahi oleh air mata. Isakan tangisku tak dapat terelakan, tangan kananku terus saja mengusut-ngusut kepalaku dengan pelan dengan maksud menenangkan, tubuhku terduduk lemas tak berdaya disudut ruangan tak bercahaya tersebut. Aku tidak pandai menahan kesedihanku saat aku sedang sendiri seperti ini. Situasi yang paling aku benci adalah disaat aku tidak punya siapa-siapa, tak ada yang menemaniku.
Aku terdiam sejenak, kemudian aku kembali terbayang-bayang dengan peristiwa yang kualami beberapa tahun terakhir ini, namun ingatanku menolak untuk mengingatnya kembali. Aku meraung-raung dengan keras, dan terlintas di pikiranku untuk mengakhiri semua tekanan yang kuterima selama ini.
Tatapanku terfokus pada benda yang berada persis di genggamanku, tersenyum tipis seraya berkata, "Tenanglah, semua akan berakhir sebentar lagi nak!" pisau itu dengan singkat mengarah jelas ke tengkuk leherku, aku sudah siap untuk meninggalkan semua tekanan dalam hidupku, dengan mata yang masih sembab, nafas yang tak dapat kuatur, serta tubuh yang lemas tak berdaya, tak ada lagi keinginanku untuk hidup didunia ini.
"SEMUA MEMBENCIKU, AKU TIDAK LAYAK UNTUK HIDUP!!!"
Ikuti kelanjutan kisah Riana dan Sandi dalam karyaku yang berjudul "BERPISAH UNTUK BERTEMU".
KARYA PERTAMA!!!
SUPPORT AND FOLLOW ME🙏😇