Pitanikaa_
Terbitnya matahari diufuk timur, menenggelamkan gulita dan menggantinya siang, terik dan menyengat senin ini menyudahi jumpa dengan si minggu yang rasanya seperti satu jam, singkat namun tak sesingkat pertemuan kisah 3 pria maskulin dan si wanita penuh misteri, seperti aroma parfum yang ia gunakan setiap kita berpegang, hangat dan tertutup, dia manusia yang sulit dibedakan dengan sejenisnya.
Entah terlalu banyak memakan waktu di pojok perpustakaan umum dan menelan kosakata dari buku-buku yang ia baca, atau dia tidak pandai menggunakan bahasa santai yang mudah di terjemahkan oleh manusia kebanyakan, kultur yang tercermin baik dalam wujud fisik maupun abstraknya, bagai kalimat yang harus di teliti kata perkata.
Sampai semuanya memandangnya, takjub di beberapa waktu lalu kemudian hilang di telan waktu.