sabina...Reading List
4 stories
Trapped in a Psycopathic Novel by Soulmate111
Soulmate111
  • WpView
    Reads 9,157,585
  • WpVote
    Votes 509,680
  • WpPart
    Parts 82
Lunaria dalam bahasa bunga memiliki arti kejujuran, ketulusan, dan juga kemakmuran. Seperti arti namanya, ia menjalani hidupnya penuh ketulusan hingga akhirnya bisa hidup dalam keadaan damai dan tenang. Meski orang-orang yang melihatnya mungkin menganggap kehidupan Luna membosankan dengan aktivitas berulang, tapi Luna menganggapnya sebaliknya. Saking damainya hidupnya sekarang, Luna tak berniat untuk menikah atau memiliki keturunan. Ia ingin hidup sendirian dalam waktu yang lama. Kesendirian adalah temannya. Setiap pulang bekerja ia akan bersenang-senang dengan teman-temannya atau langsung istirahat dan di hari minggu ia akan quality time dengan dirinya sendiri sembari membaca Novel atau menonton film. Yah, hidup Luna sangat damai hingga suatu malam dengan sekejap hidupnya berubah 180 derajat. Ia tiba-tiba memiliki suami dan seorang putra berusia sembilan tahun. Luna berusaha mencerna semuanya hingga ia sadar, ia terjebak didalam sebuah novel yang pernah ia baca beberapa minggu yang lalu. Ia terjebak menjadi salah satu tokoh yang memiliki nama yang sama dengannya, Lunaria. Salah satu tokoh sampingan antagonis yang mati di cerita karena dibunuh anak kandungnya sendiri. Luna berusaha untuk mencegah kematiannya dengan merubah alur Novel. Namun karena hubungan keluarga tokoh Novel yang amat sangat buruk dan tak sesuai idealisnya, ia akhirnya memilih cara lain, jika ia tidak bisa kembali ke kehidupannya yang semula ia akan kabur dari kediaman ini. Tapi semuanya sia-sia dan tidak sesuai rencana. "Jangan buat masalah lagi atau aku benar-benar akan memotong tendon kakimu kali ini." ancam suaminya dingin. Luna takut. Apa psikopat gila itu akan benar-benar membuatnya lumpuh? "Apa kamu meracuni makanan ini?" tanya anak laki-laki itu dengan tatapan penuh kecurigaan. "Aku tidak butuh!" ucapnya yang kemudian membanting piring didepannya kasar. Sudah cukup. Ia tidak bisa bertahan lagi menghadapi kegilaan pasangan ayah dan anak itu! S: 19-12-2023 P: 27/01/24
Narasi, 2021✔ by Tenderlova
Tenderlova
  • WpView
    Reads 4,043,053
  • WpVote
    Votes 674,435
  • WpPart
    Parts 31
[SUDAH TERBIT] BAGIAN KEDUA TULISAN SASTRA Bulan juni datang lagi. Padahal sisa-sisa juni tahun lalu belum sepenuhnya selesai. Beberapa sedih dan sesal masih tertinggal dan membekas dengan baik. Tapi setiap kali Nana mendongak dan menatap langit yang biru, ia selalu merasa, "Aku pikir setelah dia pergi, dunia akan runtuh. Tapi ternyata langit masih tinggi, burung masih terbang dan waktu masih berlalu." Tahun depan, bulan juni pasti akan datang lagi. Dan sebelum bulan itu datang lagi, Nana berharap, dia bisa menyelesaikan segala hal yang belum selesai. ©tenderlova, 2021 | Narasi, 2021
NOTED by ranjau24
ranjau24
  • WpView
    Reads 895,719
  • WpVote
    Votes 110,035
  • WpPart
    Parts 38
Kania sudah kapok berurusan dengan polisi. Pertama, karena Kania pikir kebanyakan polisi itu playboy, contoh nyatanya sudah ada. Arion, kakaknya yang sering bawa pulang cewek berbeda tiap minggu. Kedua, polisi itu tidak peka! Seperti Zayn yang tidak menyadari perasaan Kania sejak lima tahun lalu. Padahal Kania kurang kode apa? Mengikuti Zayn jogging tiap hari Sabtu, membuat kue di tengah kesibukannya menulis naskah cerita padahal harus dia serahkan ke penerbit secepatnya, menahan rasa cemburu dengan senyuman sejuta watt ketika Zayn mengenalkan gadis lain sebagai pacarnya. The last but not least... akibat berargumen dengan polisi membuat Kania harus bertemu dengan Barra. Baik, sih. Mau membantu Kania dalam banyak hal. Rela datang ke rumah demi Adik yang menggemari karya-karya Kania. Tapi tetap saja dia seorang polisi, dan Kania harus membuat jarak sejauh-jauhnya. Hingga akhirnya Kania menulis catatan di buku kusam bagian paling belakang : "STAY AWAY FROM THE POLICEMAN, OR YOU'LL DIE !!"
PHILOSOPHIA by ranjau24
ranjau24
  • WpView
    Reads 1,872,821
  • WpVote
    Votes 92,358
  • WpPart
    Parts 31
Agave Fyr Andromeda, berpesan pada Ana lewat lambang Asclepeia dan filosofi bunga dandelion. Bahwa setiap manusia, sebenarnya bisa mengubah kata "harus" menjadi "bisa" dengan mengandalkan dirinya sendiri. Tapi ketika sebuah kenyataan datang, Ana terlalu naif untuk mengingat arti sebuah kehidupan dimana kita memang dituntut untuk jadi pejuang. Ego menjadi juara, dengan mengandalkan isi kepala daripada isi hati. Dan bagaimana dengan lambang Asclepeia yang pernah Agave sampaikan tempo hari? Lambang kesehatan, yang bagi Agave, juga melambangkan sebuah kekuatan untuk dirinya sendiri. Haruskah Ana diingatkan kembali? Atau malah dibiarkan untuk pergi?