chococrans's Reading List
2 stories
Hello, Mello! [Sudah Terbit] by cappuc_cino
cappuc_cino
  • WpView
    Reads 1,890,971
  • WpVote
    Votes 209,301
  • WpPart
    Parts 41
[Sudah terbit dan bisa didapatkan di Gramedia dan toko buku terdekat atau WA ke nomor : 0857 9702 3488] Syanala Arin Saat pertama masuk kelas sepuluh, aku melihat Adra sebagai cowok paling ganteng, manis, lucu, dan bercahaya kayak karakter-karakter di webtoon. Namun, sejak dia membalas surat pernyataan cintaku, dengan Jejen yang membacakannya keras-keras di depan kelas, sekarang di mataku dia nggak lebih dari Adra yang kurus, cungkring, dekil, sok ganteng, dan berisik kayak banci ngamen yang marah-marah kalau dikasih uang seribu. Adra Rahagi Bagi Arin, mungkin gue ini seperti kecoak terbang. Sebenci itu memang dia sama gue semenjak gue menolak cintanya. Bagaimana kalau dia tahu bahwa selama ini gue diam-diam menyukai temannya? Kata Jejen, mungkin gue nggak sekadar dianggap kecoak terbang, tapi kecoak terbang yang nggak sengaja nyebur ke got, terbang lagi, nyebur ke air comberan, terbang lagi, nyebur ke becekan Pasar Induk, terbang lagi. Ganesh Alshaki Hah? Apaan, sih? 11/06/19 s.d 18/10/19
Sorry Not Sorry by Levitt1806
Levitt1806
  • WpView
    Reads 5,030,561
  • WpVote
    Votes 394,056
  • WpPart
    Parts 41
"Demi Tuhan, cuma modal rok kembang dibawah lutut yang bahkan uda lusuh dan blus polos yang gue yakin bahkan bukan keluaran Gaudi atau Colorbox, dia bisa bikin cowok yang gue taksir dan mahasiswa favorit gue bertekuk lutut dihadapan dia!!!!!" "Apa sih kurangnya gue? Cantik dengan kulit putih bersih dan badan bak Josephine Skriver: Checked, Pintar dengan gelar master yang gue dapat dari University of Queensland: Checked, Kaya dengan rumah megah di Kebayoran Baru dan sebuah CRV hitam: Checked, Modis dengan satu setel Zara yang ditemani dengan tote bag Michael Kors dan sepasang Jimmy Choo di kaki gue : Checked. Dan demi Tuhan, gue punya bokap, Bapak Inderaja tercinta, yang pernah menjadi dekan di fakultas teknik tempat gue mengajar sekarang, yang juga kontraktor paling berpengaruh di Jakarta dengan proyek milyaran, serta nyokap gue yang adalah seorang psikolog handal. Masa uda begitu mata mereka masih nggak ngelihat gue sih?" "Dan kalian tahu yang bikin gue makin emosi, abang kesayangan gue, tempat gue mencurahkan isi hati gue, malah membela itu cewek kampung. Ya Tuhan, itu cewek kampung, lho. Gue kalah sama dia?! DIA BAHKAN MASIH 22 TAHUN DAN DIA ITU MAHASISWA GUE!!!!!!!!!!!!!" ((PANDAWA 5 SERIE :1))