Lubuk sudah menjadi Kota. Banyak watak mulai bermigrasi. Setiap orang tidak lagi ramah, sedangkan umur mulai susah mengingat.
Pena biru mulai mencatat, seorang berandal dengan tubuh yang dekil. Menatap setiap mangsa dengan beringas. Menunggu waktu untuk menerjang
puisi ini adalah puisi pertama ku.
pernah aku baca di dihadapan santri kurang lebih 500 orang dan mereka seperti terhipnotis mendengar puisi tentang waktu ini.
puisi ini juga merupakan suatu pemberontakan terhadap waktu. wkwkw
Selamat membaca.....
Perjalanan kisah hidup seorang Indah Puspita menjadi wanita Muslimah yang tangguh menghadapi liku jalan hidup yang terbentang didepannya.
Semoga membacanya memberi manfaat kebaikan bagi penulis dan pembaca nya.