verasan703's Reading List
26 stories
OM BULE MENJADI KEKASIHKU (SELESAI) by Ayu_Wandira1
Ayu_Wandira1
  • WpView
    Reads 291,412
  • WpVote
    Votes 11,535
  • WpPart
    Parts 36
"Kamu ingin liburan kemana sih La?". "Ke Luzern pak". "Luzern? Luzern yang di Swiss itu" tanyanya lagi. "Iya pak". "Luzern itu jauh La, kenapa mesti liburan jauh-jauh begitu sih La. Saya yakin Lombok dan Bali jauh lebih indah dari pada Luzern". Ela menarik nafas, ia menatap atasannya, "saya ingin liburan yang jauh pak, pokoknya naik pesawat yang belasan jam. Agar bapak tidak mengganggu acara liburan saya. Saya sudah kapok, liburan dekat-dekat lagi, bapak pasti akan menggangu liburan saya, seperti liburan sebelum-belumnya".
Eat, Bread and Love (TAMAT) by Ayu_Wandira1
Ayu_Wandira1
  • WpView
    Reads 128,473
  • WpVote
    Votes 3,949
  • WpPart
    Parts 29
"Put ...!," "Puput ...!," "Apaan sih !," "Sini dong," "Apaan !," "Sini, ini penting, lo harus tau !," Mau tidak mau Putri melangkahkan kakinya mendekati Mince. "Apa?," Mince memperlihatkan akun instagram kepada Putri, "Laki lo pasang foto telanjang dada," "Serius !," "Serius, sumpah !,"
MY LOVE MY CEO (SELESAI) by Ayu_Wandira1
Ayu_Wandira1
  • WpView
    Reads 139,476
  • WpVote
    Votes 6,836
  • WpPart
    Parts 38
"Selama mobil saya dibengkel, saya memakai mobil kamu," ucap Aru pada akhrinya. Ajeng mengerutkan dahi, ia tidak terima begitu saja jika mobilnya beralih ketangan laki-laki itu, "Loh bukannya saya sudah bertanggung jawab," ucap Ajeng. "Ini bukan tentang masalah tanggung jawab. Jika mobil saya sudah seperti ini, saya menggunakan apa? Berpikirlah secara logis," ucap Aru datar.
RAHASIA CINTA PENGACARA DAN SELEBRITI (TAMAT) by Ayu_Wandira1
Ayu_Wandira1
  • WpView
    Reads 75,184
  • WpVote
    Votes 545
  • WpPart
    Parts 6
"Kamu dan Alan beneran pacaran?" Tanya Iren lagi. "Enggak, sungguh saya enggak pernah pacaran dengan si Alan itu Iren. Kamu percaya saya". "Iya saya percaya kamu, anggap saja itu gosip. Kamu kemana menghilang selama empat hari" tanya Iren penasaran. "Jalan-jalan ke Kuala Lumpur". "Jangan bilang kamu pergi dengan si Alan itu, iya kan !, Ngaku aja deh, kalian punya sesuatu hubungan, yang enggak bisa kamu ceritakan ke saya". "Enggak ada Ren, saya enggak pernah pacaran sama si pengacara itu. Dia tidak lebih dari penasehat hukum saya kemarin". "Kamu pasti bohong Jenar, saya tahu kamu". Jenar menarik nafas, ia memang tidak bisa berbohong dengan Rien sahabatnya ini. "Iya" ucap Jenar akhirnya. "Jadi kalian beneran pacaran". "Sumpah enggak pacaran, hanya menghabiskan waktu bersama kemarin. Jika saya pacaran, hati saya pasti berbunga-bunga kali. Alan hanya ingin, saya mengklarifikasi masalah itu ke media. Jika namanya masih ada di media, maka dia mengancam saya untuk memasukan saya ke penjara, atas pencemaran nama baik dirinya, itu saja". "Tapi kamu belum mengkonfirmasi apapun kepada media". "Iya saya belum memberitahu media, saya meminta mengulur waktu sebentar kepada Alan, setelah kepulangan saya ke Yogyakarta".
TERJERAT CINTA TUAN POSESIF (TAMAT) by Ayu_Wandira1
Ayu_Wandira1
  • WpView
    Reads 123,755
  • WpVote
    Votes 4,536
  • WpPart
    Parts 42
"Dengar sayang, ini mobilnya teman aku. Tadi dia jemput aku di bandara. Setelah itu aku pinjam mobilnya, buat ketemu kamu," "Memangnya temannya kamu percaya gitu aja," ucap Dian. Alis Liam terangkat satu, "percayalah, aku kan sahabatnya," "Aku enggak yakin, bahwa teman kamu sampe berani, minjamin mobil ini secara cuma-cuma," dengus Dian. "Kenapa mesti enggak yakin," "Ya, mana ada yang percaya, kamu aja sudah mirip bos nya para berandal," "Kok enggak sopan ngomongnya," "Ya emang seperti itu kenyataanya," "Sekali lagi kamu ngomong kayak gitu. Aku enggak segan-segan cium kamu loh sayang," Dian lalu bergegas masuk ke dalam mobil, dan duduk mengikuti perintah. Gila aja, si babon itu mau cium dirinya di tepi jalan seperti ini.
PESONA CINTA CEO (SELESAI) by Ayu_Wandira1
Ayu_Wandira1
  • WpView
    Reads 290,654
  • WpVote
    Votes 10,588
  • WpPart
    Parts 50
"Kamu namanya Hanum?" Tanyanya. Hanum mengangguk, suara itu terdengar sexy. "Iya" ucap Hanum. "Saya, Jonatan, panggil saja Jo". Hanum mengerutkan dahi, masalahnya nama itu sedikit berbeda dari nama yang dibilang Sam, itu adalah Beny bukan Jonatan. "Jo?". "Saya temannya Beni" ucap Jo lagi, Jo tahu wanita itu bingung. Hanum mencoba tenang, dan ia mulai mengerti, "saya Hanum".
SKANDAL ADIK IPAR (SELESAI) by Ayu_Wandira1
Ayu_Wandira1
  • WpView
    Reads 119,874
  • WpVote
    Votes 2,577
  • WpPart
    Parts 31
"Rafael" kata itu meluncur dengan sendirinya. "Kamu tidak apa-apa? Apa ada yang terluka?" Tanya Rafa. Ia memperhatikan tubuh Arin, ia memastikan tidak ada terluka sedikitpun ditubuhnya. Rafa mengenal wanita berparas cantik itu. Pertama kali ia lihat bahwa itu adalah Arin, calon adik ipar. Dulu Rafa, mengenal Arin saat Arin masih kecil, kira-kira ia masih duduk di sekolah dasar, dan sekarang tumbuh sebagai wanita dewasa. Oh Tuhan, kenapa Arin tumbuh begitu cantik, kulitnya pucat seperti porselen, tidak pernah disentuh. Matanya begitu bening dan hidungnya mancung. "Saya tidak apa-apa, kesayangan, kenapa bisa hancur begini" Arin melangkah mendekati ponsel miliknya, ia memunguti satu persatu kepingan-kepingan ponsel miliknya. Kesayangan? Ternyata Arin menyebut ponsel itu dengan kata kesayangan. Rafa ingin tertawa, Rafa lalu mendekati Arin, dan ikut berjongkok memunguti kepingan-kepingan ponsel Arin yang hancur berderai. Diliriknya lagi Arin dihadapannya. "Maaf, saya akan mengganti ponsel baru untuk kamu" ucap Rafa mencoba memberi solusi. Sesungguhnya kejadian tadi bukan salah ia sepenuhnya. Arin lah yang tidak melihat arah tujuannya, Arin lebih asyik dengan layar ponsel itu. Sehingga menyebabkan adegan tebarkan itu. "Tapi, disini banyak foto-foto saya". "Yasudah nanti kita ke konter, saa yakin pihak konter tahu cara memindahkan foto-foto kamu itu" Rafa lalu berdiri, dan kembali menatap Arin. "Kamu kenapa bisa ada disini, Arin?" Tanya Rafa. "Liburan" ucap Arin ia malah menyengir. "Sendiri?". "Iya dong, sama siapa lagi". "Liburan sendiri itu tidak baik, kalau terjadi apa-apa bagaimana? Ini Bangkok loh" ucap Rafa, lalu duduk dikursi tunggu, diikuti juga oleh Arin. "Tapi, saya sudah biasa kok. Kamu kenapa ada disini?". "Saya ada urusan kerja" ucap Rafa. "Jadi gimana, handphone saya?".
CRAZY BUT SHES'S MINE (TAMAT) by Ayu_Wandira1
Ayu_Wandira1
  • WpView
    Reads 136,390
  • WpVote
    Votes 3,098
  • WpPart
    Parts 43
"Kamu sudah punya pacar," tanya Tatang, membawa Rene ke bawah. "Enggak ada mas," "Baguslah kalau gitu," ucap Tatang lalu tersenyum. "Mas ajak jalan, kamu mau enggak," ucap Tatang lagi, ia membuka pintu mobil untuk Rene. "Kapan mas?" Tanya Rene. "Ya, kapan-kapan, kalau kamunya mau," "Mau kok, mas," Rene masuk ke dalam mobil, dan ia lalu duduk. "Iya," Tatang menutup pintu itu kembali. Percakapan berlanjut hingga sepanjang jalan menuju rumah Rene.
CINTA SELEBGRAM DAN TUAN CEO (SELESAI) by Ayu_Wandira1
Ayu_Wandira1
  • WpView
    Reads 366,437
  • WpVote
    Votes 10,136
  • WpPart
    Parts 52
"Itu mantan lo," ucap Tita, mencoba memastikan. "Ya, dia si brengsek itu," Tita melirik Linggar, "Dia makin tampan Ling," gumam Tita. Linggar mengerutkan dahi dan melirik Tita, "Tampan dari mana," "Sumpah sekarang dia lebih hot," Linggar yang mendengar itu reflek memukul kepala Tita. "Awww, sakit Ling," ucap Tita mengelus kepalanya. "Apa maksud lo ngatain dia hot, lo enggak liat dia seperti keluar dari goa, tambah item," "Kalau dia keluar dari goa, gue orang pertama yang akan tinggal di goa. Siapa tahu banyak makhluk tampan seperti dia," "Gila lo," "Ya, emang dia lebih hot yang sekarang, dari pada yang dulu," "Lo bener-bener," dengus Tita. "Gue ngomong kenyataanya Ling," "Bodo amat, lo pacaran aja sama dia," "Kalau dia mau, gue mau lah, enggak peduli deh, dia bekas lo," "Yaudah ambil sana," ucap Linggar kesal.
DENDAM SANG CEO (TAMAT) by Ayu_Wandira1
Ayu_Wandira1
  • WpView
    Reads 204,502
  • WpVote
    Votes 8,255
  • WpPart
    Parts 46
"Saya pikir kemeja ini cocok untuk anda" ucap Agni, Agni memperlihatkan kemeja itu untuk Bram. Alis Bram terangkat, ia kembali memperhatikan Agni dan lalu mengambil kemeja dari tangan Agni. Bram sengaja menyentuh tangan Agni. Bram merasakan sentuhan kulit itu, kulit itu begitu lembut seperti bayi. "Terima kasih" ucap Bram. "Setelah itu, carikan jas hitam untuk saya" ucap Bram lagi. Bram lalu melangkahkan kakinya masuk ke kamar pass. Bram mencoba kemeja pilihan Agni. Pilihan tidak diragukan lagi, sangat pas padahal ia pikir wanita itu memilihnya asal, tapi lihatlah, tanpa memandang ukuran, wanita itu seakan tahu apa yang pas di tubuhnya. Bram keluar dari kamar pass, ia menatap Agni tepat di hadapannya, wanita itu tersenyum kembali kepadanya. Senyumnya begitu manis, hatinya kembali berdesir. "Anda sangat cocok memakainya" ucap Agni. "Ini jas pilihan saya, jas ini sangat pas untuk anda" Agni menyerahkan jas berwarna hitam itu, kepada Bram.