IM_Vha
- LETTURE 1,162
- Voti 110
- Parti 7
Detik itu, ketika remang-remang lampu jalan menjadi satu-satunya penerangan, Septian akhirnya mengerti jika perpisahan kali ini bersifat abadi. Saat sang bentala menelan raga kakunya, maka pertemuan benar-benar menjadi sesuatu yang semu.
Tangis, rindu serta pengandaian hanyalah setitik ilusi pengobat hati. Lantas sesal menjadi satu-satunya harmoni abadi yang setia menghujam sanubari. Andaikata pemutaran waktu itu ada, bisakah Septian memperbaiki semuanya?
.
.
.
.
[Cerita ini dibuat dalam rangka projects cerpen akhir tahun jurusan Teenfiction]