Daftar bacaan Sippok
3 stories
ALLAH, SAVE ME ! [SELESAI] by fzyniaa
fzyniaa
  • WpView
    Reads 16,104
  • WpVote
    Votes 1,988
  • WpPart
    Parts 45
Gadis itu bernama Fidya terkadang bertanya, "mengapa hidupku tak seperti yang lainnya?" dalam benaknya akankah ia mendapatkan kebahagiaan? *** Jika saja boleh memilih Fidya ingin merasakan seperti 'yang lainnya--orang normal pada umumnya' tanpa harus dibedakan, dikucilkan, dihina dan dicaci maki ditambah lagi ia harus terbelenggu dengan masa lalunya. Fidya hanya meminta hanya sehari saja ia ingin merasakan kedamaian dan kebahagiaan datang padanya tanpa ada tatapan tajam dari orang-orang, bisikan-bisikan aneh yang membuatnya semakin trauma. Apakah tidak bisa? Sayangnya, memang tidak bisa, mungkin kalau dirinya tidak ada, mungkin bisa hidup dengan tenang? pikirnya. Namun dengan hidup Fidya seperti ini, Allah justru menyayanginya? "Aku memang berbeda namun aku tak suka jika kalian memandangku sebelah mata." Rank : #6 Irfan, #80 Sabar, #1 Fidya, #62 Berjuang, #82 Semangat. ______________________ Ambil yang baiknya, buang yang buruknya Start : 20 Agustus 2018 End : 16 Agustus 2019 ©2018 fzyniaa
Pernikahan Dhini by Helmismuslim
Helmismuslim
  • WpView
    Reads 491,633
  • WpVote
    Votes 30,100
  • WpPart
    Parts 39
"Saya tidak benci takdir, tapi saya benci kamu. Yang saya tahu pernikahan adalah ta'arufan seumur hidup." Andhini Syahira. "Terserah, mau benci atau enggak, gue gak peduli. Kalau enggak betah sama gue, pergi aja!" Reviandra Regasa. *** Terinspirasi dari seseorang. Bukan kisah nyata, cuma fiksi.
Dear, Ustadz (Sudah Terbit) by RikaRst
RikaRst
  • WpView
    Reads 913,933
  • WpVote
    Votes 47,802
  • WpPart
    Parts 50
#2 muslim (April 2020) #1 Pesantren (Mei 2020) #13 Hijrah (4 Juni 2020) #88 Spiritual (20 Juni 2020) #2 Hijrah (27 Juni 2020) #1 Hijrah (30 Juni 2020) #114 Spiritual (7 Agustus 2020) Romance-Spiritual "Pernikahan bukan untuk main-main. Saya sudah mengikat janji di hadapan orang tua saya dan saksi kamu, itu artinya saya sudah bersumpah di hadapan Allah kalau saya akan bertanggung jawab atas kamu. Bagi saya, Maira, menikah hanya untuk satu kali." Semua ini bukan ingin Maira. Dia hanya ingin hidup bebas. Lagipula, usianya masih muda. Belum genap dua puluh tahun. Keputusan sepihak yang bahkan tidak pernah ia inginkan terjadinya itu, benar-benar mengekang kebebasan yang selama ini ia dapat. Hidup luar adalah dunianya. Dan kini, dunianya harus terkunci oleh suami yang begitu egois menurut kacamatanya. Entahlah, Maira bahkan lebih menikmati kehidupan di jalan. Dulu. Copyright 8 Desember 2018