putri_aryanti
- Reads 596
- Votes 38
- Parts 16
Kata orang, bermimpilah setinggi langit.
Dan itulah yang dilakukan Fiyana Anindira seorang gadis dengan mimpi-mimpi yang sering dianggap terlalu tinggi.
Bagi orang-orang di sekitarnya, Fiyana hanyalah gadis halu. Terlalu sering berkhayal, terlalu percaya pada hal-hal yang dianggap mustahil. Senyumnya sering disertai ejekan, dan mimpinya kerap dianggap angin lalu.
"Lo kebanyakan ngelamun, Fi."
"Mimpi lo ketinggian."
Namun Fiyana tidak pernah berhenti percaya. Baginya, mimpi adalah tempat pulang ketika dunia terasa sempit.
Hingga suatu hari, keajaiban itu datang tanpa aba-aba.
Raffael Dirgantara.
Seorang laki-laki pendiam dengan tatapan tenang. Kehadirannya sederhana, namun mampu mengguncang dunia Fiyana. Di saat semua orang meragukan mimpinya, Raffael justru memilih untuk percaya.
"Kalau lo berani bermimpi, gue percaya lo bisa sampai," ucapnya pelan.
Sejak saat itu, Fiyana mulai yakin-bahwa mungkin semua halu yang ia miliki bukan sekadar angan kosong. Bahwa mungkin, mimpi memang sedang mencari jalannya sendiri untuk menjadi nyata.
Namun benarkah Raffael adalah keajaiban itu?
Ataukah ia hanya bagian dari mimpi yang terlalu indah untuk menjadi kenyataan?
Akankah Raffael mampu membantu mewujudkan mimpi-mimpi Fiyana?
Ataukah Fiyana harus kembali menerima kenyataan bahwa tidak semua mimpi bisa diraih?
Gadis Halu adalah kisah tentang keberanian bermimpi, tentang keyakinan yang diremehkan, dan tentang seseorang yang datang untuk membuat hal mustahil terasa mungkin.
Penasaran?
Yuk, baca dan temukan jawabannya