yaradallas_
~ Apa yang lebih menyakitkan daripada kehilangan?
~Dan tentu setiap orang pernah merasakannya, bukan?
Begitu pula dengan Kafka Elbram, pemuda tampan yang menutupi lukanya dengan apapun yang dia punya, termasuk sifat angkuhnya yang membuat semua orang mengelus dada.
Ia beransumsi bahwa hidup tak pernah adil padanya dan semua kepercayaan yang dia punya telah sirna ditelan oleh duka.
▪
Hingga akhirnya, waktu mempertemukannya dengan Naira Arkalhussein, gadis jelita nan pemberani yang membuat Kafka teringat masa lalunya, namun bukan lara yang ia dapat, melainkan lukanya yang terkikis sedikit demi sedikit.
▪
Lalu, apakah hidup akan berbaik hati untuk sedikit saja menebus itu semua dengan kebahagiaan?
Entahlah, karna sejatinya, Hidup selalu adil, tapi terkadang manusia kurang bersyukur dan tak sadar bahwa dirinyalah yang berlaku sewenangnya.