Sartikaayuwwx
Alkana, seorang gadis malang yang baru saja kehilangan kedua orang tuanya akibat kecelakaan mobil memilih untuk menyendiri di tepi jalan Braga setiap sore sepulang ia dari sekolah.
Tatapannya nanar, kosong. memperhatikan setiap kendaraan yang berlalu lalang tanpa ekspresi dengan wajah pucat.
Gadis itu tak berharap ia bisa terus melanjutkan hidup, sampai akhirnya seorang pemuda datang, memayungi tubuh Alkana yang basah terkena hujan sore itu.
"Berhentilah melakukan hal bodoh," cerca pemuda dengan suara berat itu, membuat Alkana menaikkan pandangan untuk menatap sang pemilik suara.
"Kenapa Tuhan tak mengizinkan aku mati juga seperti kedua orang tuaku?" lirih sang gadis.
"Tuhan memberimu kesempatan untuk hidup, maka jalanilah, jangan banyak protes," tutup pemuda itu, menyerahkan payung hitam digenggamnya kepada Alkana lantas berlalu tanpa menunggu tanggapan sang gadis.
Sepasang netra Alkana hanya memandang bingung punggung lebar si pemuda yang mulai menjauh dari pandangannya.
"Dia aneh, tapi sepertinya dia tidak salah..." gadis itu bergumam, memegang erat gagang payung hitam yang kini menaungi dirinya dari hujan.
Sebuah pertemuan yang tak pernah direncanakan, namun nampaknya menjadi takdir yang mengikat sepasang anak manusia ini.
Namun, akankah kali ini takdir baik yang menaungi Alkana?