bintarobastard
Jakarta, 1995. Di antara debu pembangunan kota dan aroma kuah mie ayam yang mengepul, takdir menukar tas belanjaan dua pemuda pelarian. Lima, perantau Singkawang yang menyembunyikan identitasnya di balik dandang Glodok, menemukan rumah pada Genting, priyayi Solo yang lari dari sangkar emas keraton.
Mereka bertahan melewati badai krisis '98, membangun pondasi cinta yang kokoh di atas rawa ibukota yang labil. Namun, saat milenium baru datang, maut merenggut Genting secara brutal di trotoar Melawai-meninggalkan Lima sendirian dengan janji "lima puluh tahun lagi" yang kandas.
Di tengah duka yang melumpuhkan, Lahar-partner bisnis Genting yang karismatik-masuk ke dalam kehidupan Lima. Ia menawarkan perlindungan dari preman dan kehangatan di malam yang dingin.
Namun, di balik tatapan teduh Lahar, tersimpan rahasia masa lalu Genting yang belum terungkap.
Ketika batas antara duka dan hasrat mulai kabur, Lima harus memilih: menyerah pada pelukan pria yang menggantikan posisinya, atau mencari kebenaran di balik kematian kekasihnya
.
*Sebuah kisah tentang cinta yang tumbuh di sela atap seng, hancur di aspal, dan mencoba bangkit di antara pecahan keramik.