bumifana
- Reads 2,552
- Votes 256
- Parts 4
Di tengah riuh Pasar Beringharjo tahun 1926, Laras-gadis pribumi berdarah seni dari keluarga terpandang, menjalani harinya menjual batik dan melukis dalam diam. Kehidupannya berubah perlahan saat Hein van de Meer, seorang insinyur Belanda, mulai rutin mengunjungi pasar.