TakezoMitsura
Mengubah alur yang sudah disiapkan sejak lama memang sulit. Tapi yang aku rasakan saat ini lebih sulit dari yang aku bayangkan. Memilih antara satu pilihan dengan pilihan lainnya yang tidak kalah unggulnya. Merasakan sakitnya ditinggalkan, dan dikhianati. Sungguh, aku merasa tak sanggup. Namun, aku harus berusaha lebih keras dan tidak putus asa. Allah Maha Mengetahui dan Mahateliti. Allah memilihkan jalan ini untuk semua kebaikanku di masa yang akan datang.
~
"... kedatangan saya kemari, untuk mengkhitbah putri bapak. Saya harap bapak bisa menerimanya dan merestui sepenuh hati" ucap seorang lelaki yang terdengar lembut dan muda. Dengan suara lembut nan sopan, ia berkata seperti itu pada ayahku.
"hmm, baiklah, nak. Kedatanganmu kemari memiliki niat yang sangat baik. Saya pahami itu. Tapi kalian bukannya masih sekolah? Bukankah ini terlalu cepat?" ujar ayahku.
"tidak pak. Saya tau kami masih di bangku kelas 3 SMA. Tapi usia kami sudah bisa memiliki sebuah ikatan pernikahan. Saya tau kami masih SMA, tapi saya bisa menjamin masa depan putri bapak" ujar lelaki itu.
"baiklah, nak. Tolong jaga putri saya dengan benar. Sifatnya kadang berubah drastis. Jadi, mohon dimaafkan dan dimaklumi ya" jawab ayah
"terimakasih banyak pak"