ryfall_
Ekspresi wajah Arthan yang tenang sejenak berubah. Laki-laki berkacamata itu tersentak tampak bimbang. Alisnya yang tebal terangkat. Bibirnya sedikit membuka seakan ingin mengucapkan sesuatu.
"Mungkin kamu saja yang kurang bersukur. Tidak ada orang beruntung sejak lahir sepertimu, kamu tahu itu dengan baik than. It Isn't true that god give you life to punish you." mendengarnya Arthan mengurungkan niat untuk berbicara.
Mungkin pilihan kebanyakan orang untuk bercerita adalah salah besar. Karena tidak semua orang mau dan mampu memahaminya. Tetapi manusia perlu untuk sekedar meluapkan segala emosi itu. Seperti menangis jika merasa sedih, mengeluh jika tidak mampu, atau marah jika merasa di perlukan.
.
Cerita sederhana ini saya persembahkan untuk adik saya yang sedang berulang tahun malam ini. Serta permintaan maaf untuk para pembaca cerita saya yang selama ini masih dalam masa hiatus. Sekali lagi mohon maaf.
Terimakasih sudah berkunjung!