dadedobee
- Lecturas 116,218
- Votos 3,977
- Partes 18
🍂Tidak ada luka yang benar-benar kecil, sebagaimana tak ada rasa sakit yang pantas diabaikan. Luka tidak tumbuh karena besarnya, melainkan karena dibiarkan tanpa perawatan. Dirawat, ia perlahan sembuh. Diabaikan, ia belajar menjadi lebih dalam.
"Kamu ingin jawaban apa? Hal apa yang harus saya jelaskan kekamu, selain begitu besarnya keinginan saya selama sepuluh tahun ini untuk menjadikan kamu milik saya." Zafran menatap lurus kearah Dara. Ia tatap lekat wanitanya. Perlahan pula langkahnya kian mendekat, hingga Dara mundur setengah langkah. Dan kini punggungnya telah menyentuh dinding. Napasnya tercekat. Lelaki itu terasa begitu asing sekarang.
"Saya jaga kamu Ra, selama sepuluh tahun. Karena cuma saya satu-satunya pria yang pantas untuk kamu."
Zafran mengangkat tangan, hendak menyentuh wajah Dara. Refleks, Dara menepis. Gerakan kecil itu membuat rahang Zafran menegang.
"Mau kamu apa sih Ra... saya melakukan semua ini demi kamu."
"Mas..." suara Dara gemetar. "Tolong-"
"Tolong apa?" potong Zafran cepat. "Sepuluh tahun Ra... saya tungguin kamu, tidakkah kamu menghargainya. Segala hal telah saya lakukan demi kamu, hanya demi kamu. Dan sekarang kamu mempertanyakan saya cinta atau gak sama kamu? Konyol sekali."
Zafran tertawa kecil, tanpa humor. Sarkas.
"Tapi cinta itu bukan untuk aku." Dara meninggikan suaranya. Ia tatap wajah Zafran nanar di tengah perih hatinya.
🌸🌸
Trigger warning 🔞 untuk yang di bawah 18 tahun.
Ini area dewasa. Mungkin adegan di dalamnya mengandung konten yang tidak sesuai dengan readers di bawah umur.