Kata
12 stories
Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa by AlviSyhrn
AlviSyhrn
  • WpView
    Reads 489,938
  • WpVote
    Votes 37,555
  • WpPart
    Parts 18
Dia diterima di jurusan kedokteran. Dia yang lain lanjut kuliah di luar negeri. Dia yang lain lagi mendapatkan pekerjaan di perusahaan ternama. Dan, kita ingin menjadi mereka. Namun, apakah kesuksesan sedangkal itu? Mari telusuri buku ini dan patahkan aturan tentang kesuksesan yang dangkal itu. Tambahkan ke library-mu... sebelum terjebak dalam kesuksesan yang palsu.
99 Dangerous Questions; yang, diam-diam, kau penasaran jawabannya by AlviSyhrn
AlviSyhrn
  • WpView
    Reads 251,290
  • WpVote
    Votes 25,379
  • WpPart
    Parts 6
Sst, ini adalah kumpulan pertanyaan berbahaya. Yang selalu muncul dalam benakmu. Yang tak akan kau temukan jawabannya di Google. Yang jika kau tanyakan kepada orang-orang, mereka akan menghakimimu. Jawabannya: Ada. Di. Sini. Tambahkan ke library-mu... sebelum orang lain tahu.
Panduan Bersosialisasi Untuk Anak Kuper! [END] by kontradiktif
kontradiktif
  • WpView
    Reads 98,921
  • WpVote
    Votes 19,188
  • WpPart
    Parts 13
[CERBUNG] [Terdaftar dalam Daftar Panjang & Daftar Pendek Wattys 2018!] #6 dalam Cerita Pendek (21/5/17) "Kamu kok nggak pernah ngajak temen main ke rumah sih?" Kalau bukan karena Mama, aku tidak akan mau membeli buku panduan konyol itu! © ANIS 2017 Pertama kali dipublish : 4 Maret 2017.
Tawa [END] by kontradiktif
kontradiktif
  • WpView
    Reads 22,966
  • WpVote
    Votes 4,201
  • WpPart
    Parts 9
Sayup-sayup, telingaku dapat mendengar tawa-tawa kosong; janji-janji kepalsuan; juga angan-angan kebohongan. Dunia ini benar-benar memuakkan. © Anis 2017.
Pulang by kontradiksi
kontradiksi
  • WpView
    Reads 69,678
  • WpVote
    Votes 9,838
  • WpPart
    Parts 6
Orang bilang, nama adalah doa. Menamakan seorang anak Satria berarti mendoakan anak itu menjadi gagah dan berani. Tapi Satria sama sekali tidak berani. Apalagi gagah. Setelah rentetan peristiwa yang terjadi dua tahun silam, Satria justru merasa dirinya pecundang paling besar di dunia. Terutama sejak ia melihat Laras hidup kembali. [kolaborasi dengan @expellianmus]
Sampah #3: Lelehan Lilin Pertiwi by kontradiksi
kontradiksi
  • WpView
    Reads 8,849
  • WpVote
    Votes 2,022
  • WpPart
    Parts 1
"Selamat ulang tahun, Ibu!" teriak sebuah suara yang familiar. Suara itu kemudian hilang, digantikan pelukan erat. Kedua lenganku membalas dekapan anak kesayanganku. Pelukannya terasa hangat, mengingatkanku akan perjuangan ayah, Nusantara, saat mendirikan Majapahit dulu. Batavia sekarang sudah dewasa, meski masalah mengompolnya belum juga sembuh. Aku merengkuh tubuhnya yang bau dan penuh polusi, mengenali kali-kalinya yang hitam dan halaman-halamannya yang botak. Apa pun yang terjadi, aku tetap bangga dengan Batavia. Menjadi ibu kota memang berat, aku paham betul. Biar pun wajah Batavia selalu terlihat menganggumkan, badannya dipenuhi sampah. Sampah yang mungkin setinggi gedung-gedung pencakar langit yang tampak di wajah putraku itu. Tapi tak apa, Batavia. Bersabarlah. Sebentar lagi tanggung jawabmu akan dipindahkan ke Borneo. [Sekarung Sampah Untuk Indonesia #3] dipublikasi di Kompas Muda https://muda.kompas.id/2018/07/20/lelehan-lilin-pertiwi/
Drama Indonesssa by saturnesss
saturnesss
  • WpView
    Reads 44,129
  • WpVote
    Votes 6,174
  • WpPart
    Parts 23
17/10/18 - 29/05/19
Manusia di Balik Kaca Jendela by havelunch
havelunch
  • WpView
    Reads 57,996
  • WpVote
    Votes 10,967
  • WpPart
    Parts 7
Tahu kau hal apa yang paling tidak adil di dunia ini? Ya, itu dia. Tuhan menulis naskah komedi. Setiap orang adalah pemeran utama bagi dunianya sendiri: meronta, membuat orang lain tertawa. [KUMPULAN CERPEN] ©2017
Kalau Sudah Besar, Ganesha Mau Jadi Apa? by kontradiksi
kontradiksi
  • WpView
    Reads 136,719
  • WpVote
    Votes 26,627
  • WpPart
    Parts 15
"Ganesha, kalau sudah besar, kamu mau jadi apa?" Ganesha bingung, kemarin gurunya juga menanyakan hal yang sama. Apa memang orang dewasa suka menanyakan hal itu? Kemarin Ganesha menjawab ingin jadi presiden, karena presiden fotonya selalu dipajang di ruang kelas. Gurunya tertawa. Dia bilang kalau jadi presiden juga harus memerintah negara, mengatur supaya masyarakatnya aman dan sejahtera. Ganesha jadi ragu, dia tidak tahu caranya memerintah negara, mana bisa ia jadi presiden. Hari ini, dengan pertanyaan yang sama, Ganesha berpikir lebih keras. Mau jadi apa kalau sudah besar nanti? "Dadi polisi?" Ganesha suka main tembak-tembakan. Polisi bebas main tembak-tembakan setiap hari. "Jadi polisi, Le?" tanya ayahnya, mata pria itu berkedut, bibirnya membentuk senyum simpul. "Iya. Polisi." [cover by peachspit]
Yang Hilang di Mei '98 by manhalfgod
manhalfgod
  • WpView
    Reads 39,375
  • WpVote
    Votes 3,324
  • WpPart
    Parts 11
Untuk 15 tahun ke atas. 12-14 Mei 1998 merupakan salah satu masa terkelam di Indonesia. Akibat permainan elit politik, masyarakat yang kecewa dan tertekan oleh kondisi ekonomi harus merendahkan martabatnya dengan melakukan penjarahan, pembunuhan, pembakaran, dan pemerkosaan. Akibatnya sesama warga Indonesia harus menanggung kehilangan yang begitu besar baik secara material (kerusakan infrastruktur, kerugian finansial) maupun non-material (kematian, cedera fisik maupun kejiwaan). Sayangnya sampai saat ini dalang maupun pihak yang mengambil kesempatan dalam kerusuhan tidak diusut secara tuntas. Cerita pendek ini mengisahkan sebuah keluarga sederhana yang terjebak dalam tragedi Mei 1998 di Jakarta. #Wattys2016 #WattysID #VisualStory