Purrefect
Sinopsis
Bagi Marsha, tahun 1998 adalah akhir dari segalanya. Di tengah kekacauan Jakarta yang membara, sebuah kilatan cahaya aneh menariknya masuk ke dalam celah waktu dan membuangnya ke sebuah kota kecil di Jawa pada tahun 1900-an. Marsha yang linglung hampir tewas tertabrak andong sebelum tangan seorang gadis bangsawan bernama Sela menyelamatkannya.
Sela, putri seorang Bupati yang berjiwa pemberontak, segera menyadari bahwa Marsha bukan orang biasa. Untuk melindunginya dari amarah sang Ayah yang kaku, Sela menyembunyikan Marsha dengan identitas palsu sebagai Abdi Dalem (pelayan) pribadi. Marsha yang terbiasa hidup bebas di zaman modern kini harus belajar berjalan ndhodhok, memakai kebaya lusuh, dan menunduk dalam diam. Namun, di balik pintu perpustakaan Kadipaten, mereka adalah dua sahabat yang terikat oleh rahasia besar.
Seiring berjalannya waktu, rasa sayang mulai tumbuh di antara pengabdian dan kerinduan akan rumah. Harapan muncul saat mereka menemukan naskah terlarang Serat Centhini peninggalan kakek Sela di perpustakaan rahasia. Naskah itu bukan sekadar kumpulan ilmu, melainkan panduan teknis mengenai rahasia ruang dan waktu. Di bawah lantai kadipaten yang dingin, mereka menemukan mesin perunggu kuno yang selama ini dianggap mitos.
Sebuah keputusan sulit diambil: Sela memilih meninggalkan kemewahan hidupnya demi masa depan yang Marsha ceritakan. Namun, mesin itu punya kehendaknya sendiri. Alih-alih mendarat di tahun 1998, mereka justru terlempar ke tahun 2004. Di dunia yang baru di mana ponsel mulai bermunculan dan lagu-lagu Peterpan menggema di sudut kota Marsha dan Sela harus memulai hidup baru sebagai orang asing dari masa lalu yang mencoba mencari tempat di masa depan.