Orekasa
- Reads 1,057
- Votes 43
- Parts 2
Mimpi terdiri dari dua: mimpi indah dan mimpi buruk. Begitu pula hidup, ada kalanya suka dan duka.
Namun, seburuk apapun, bukankah lebih baik daripada hidup tanpa guncangan? Bukankah duka adalah bagian dari kebebasan berperasaan?
Buruk tidak selalu buruk. Rama dihadapkan dengan dunia mimpi yang sedang kacau. Tatanan dunia sudah mulai tidak seimbang. Haruskah ia lari dari mimpi yang kacau? Bukankah mimpi buruk itu menakutkan?
Tidak untuknya, baginya itu lebih baik daripada hidup tanpa petualangan. Duka tidak harus selalu dihindari. Setidaknya, ia merasa lebih berguna di dunia mimpi dibandingkan dengan di dunia manusia.
Cover by : @chicendrun / @Mezuuo