beeseventeen
Edward terkagum melihat seorang anak laki-laki seusianya telah dengan mandiri bekerja sebagai petani anggur untuk membantu ayahnya menghidupi keluarga. Itu yang Edward pikirkan sebelum mengetahui kenyataan bahwa bukan hanya anak itu saja di Afrika Selatan yang telah bekerja di usia sepuluh tahun. Pertemuan pertama antara Edward dan anak tersebut menjadi jendela bagi keduanya untuk mengetahui kenyataan yang terjadi pada masyarakat akibat penerapan politik Apartheid.