GLS_SMAKPLUS61
Sudah cukup lama ia duduk disana ditemani sebuah ukulele, pena, dan
sesuatu yang nampaknya seperti buku tulis. Bolak balik ia menulis dan mencoret
di buku itu. Sesekali kudengar ia berdecak, sesekali juga aku mendengar ia
menyenandungkan potongan kata diiringi petikan jari pada ukulelenya. Mungkin
itu akan menjadi bakal liriknya. Hampir dua minggu lebih ia mengunjungi kafe
ini, memesan minuman yang sama, duduk di sudut kafe yang temaram namun
tetap terdapat cukup cahaya untuk menikmati aktivitas di sudut kafe tersebut saat
menjelang malam. Ia selalu duduk menghadap matahari kala senja. Ya,
pemandangan di pinggir pantai saat matahari menyampaikan salam perpisahannya
untuk hari ini, cukup untuk memberi penghiburan bagi para pengunjung disini.
Termasuk dirinya. Namun bagiku, parasnya yang amnis lebih menghibur diriku,
ditambah terpaan semburat jingga tersebut, membuat dirinya lebih bersinar.