SitiNurhalizah087's Reading List
2 stories
Rumah Kedua [COMPLETED] by iwannaseeursmile
iwannaseeursmile
  • WpView
    Reads 46,324
  • WpVote
    Votes 14,546
  • WpPart
    Parts 51
⚠️Warning : story contains sex scenes, violence, harsh words, suicide, anxiety. ❝Tempat pulang terbaik adalah diriku sendiri.❞ Kisah sederhana tentang kehidupan Sabita, perempuan cantik dan mandiri yang selalu memberi kebaikan untuk orang lain. Banyak sekali pelajaran di cerita ini, terutama untuk mereka yang belum bisa move on atau melepaskan masa lalu. Bukan hanya itu, ada juga kisah persahabatan yang didalamnya terdapat cinta dan kebohongan. Cerita ini mengisahkan seseorang yang mencari tempat perlindungan dan rumah untuk bersandar. Mencari kesana-kemari tak juga mendapatkan seseorang yang tepat, Sabita malah mendapatkan luka baru lagi untuk yang kedua kalinya. Cerita ini sangat cocok dibaca oleh kalian yang masih dalam proses belajar mengikhlaskan karena kehilangan dan yang selalu mencari rumah kedua pada diri orang lain. Padahal nyatanya, kita hanya mempunyai diri sendiri sebagai tempat bersandar dan berlindung terbaik. Tidak ada yang spesial, hanya sekedar cerita sederhana yang memiliki konflik seperti di kehidupan nyata. ©iwannaseeursmile, 2022
Kamu yang kusebut RUMAH (Gratis) by DeanaAstari
DeanaAstari
  • WpView
    Reads 795,748
  • WpVote
    Votes 69,627
  • WpPart
    Parts 38
Cerita selesai. Lengkap. ❤️ Puspa pernah berharap Arya adalah jawaban dari setiap doa yang ia langitkan. Sebuah pemberian terindah dari dunia yang seringnya mengecewakan. Tetapi pada akhirnya, laki-laki itu justru menjadi salah satu cobaan dari sekian ujian yang harus Puspa lapangkan. Setelah perceraian orangtua yang diawali dari ratusan pertengkaran hebat di hadapan Puspa, wanita itu kembali dipatahkan oleh seseorang yang seharusnya ia jadikan tumpuan. Arya Adiputra, kekasihnya. Puspa jatuh, terbuang dan sekali lagi merasa tersisihkan. *** "Aku ingin kita putus." Puspa membisu, bingung lebih tepatnya. Hubungan mereka baik-baik saja karena selama ini Puspa cenderung menjadi wanita yang penurut di depan Arya. Selama ini tak pernah sekalipun Puspa menuntut lebih. Bagi Puspa, dengan Arya yang mencintainya itu sudah lebih dari sekedar cukup. "Tapi ... bukankah selama ini kita baik-baik saja, Bii?" tanya Puspa mulai khawatir. "Aku merasa hubungan kita hambar, monoton. Maaf Puspa, keputusan saya sudah final." Cover design by canva photo by Pexel (creator : Gabriel Bastelli - license : free to use)