NaifaAndini9's Reading List
2 stories
Galaksi | Angkasa | Langit  by Bunganovella
Bunganovella
  • WpView
    Reads 370,105
  • WpVote
    Votes 20,073
  • WpPart
    Parts 103
(END) 3 kembar-kembar gak ada akhlak. Galaksi, Angkasa, Langit mereka bertiga kembar tidak indentik dari muka hingga sifat sangaaaaat jauh berbeda. Walaupun begitu tiga turunan Haidar ini selalu bisa membuat pagi di kediaman Haidar selalu ada keributan. Galaksi Arkatama Haidar si sad boy yang sukanya ngoleksi boxer pink. Angkasa Damario Haidar mempunyai self injury dan memiliki sifat nya sangat sangat dingin. Langit Ivander Haidar pelawak nya keluarga Haidar. Orang paling humoris Absurd lebih tepat nya di keluarga Haidar. Tapi tak ada yang tau jika Langit sangat rapih dalam menyembunyikan luka nya. #2 in rafaelmiller 6.05.2020 #1 in AlvaroMell 11.05.2020 #1 in BryceHall 15.05.2020 #4 in ketawa 11.05.2020 #1 in langit 6.07.2020 #7 in El 12.07.2020 #6 in Galaksi 23.07.2020 #3 in Angkass 25.07.2020 #1 in HAIDAR 2.08.2020
Argithan √ by armala_th
armala_th
  • WpView
    Reads 10,993
  • WpVote
    Votes 1,370
  • WpPart
    Parts 50
"Please, Pak. Ara beneran nggak mau di cincang sama kaprog gila, Paaak!!!" Pasang senyum sejuta byte, akhirnya pak ojol menyerah. Ia menepikan motornya. Kemudi motor beralih ke tangan. Ara tersenyum puas harapannya terpenuhi. Saatnya beraksi. "Aduh, mbak..., jantung Pak Ojol mau copot!!!" Belum banyak beberapa menit, telinga Ara sudah dicemari oleh teriakan dari si pemilik motor. Tak peduli dengan itu, Ara menancapkan gas lebih banyak lagi. "Awas, mba eee! Bakul krupuk!" Bodoamat, Pak! Wkwk. Bibir Ara mengencang menyesuaikan gas yang ia tarik. Bakul krupuknya aja yang nggak tau diuntung. Memakan banyak tempat, huhhh. Berbelok ke area sekolah dan mengakhirinya dengan mengerem mendadak. Membuat Ara sediki tersungkur ke depan akibat tekanan tubuh dari si penumpang. "Aduh, Mbaknya ... cantik-cantik naik motor, kok, kayak orang kesurupan!" Pak Ojol mengusap-ngusap dadanya. Tenang, Pak. Masih idup, kan? Ara tak menggubris, ia mencopot helm yang menaungi kepala Ara dan memberikan ke pemiliknya. Ia menyodorkan uang pas ke pak ojol. "Thanks, ya, Pak!" Pak ojol menggelengkan kepalanya. Darahnya sor-soran, jantungnya deg-degan. Bocah SMK mengajak pak ojol mau mati. Haduh! Ara berlari kecil menuju kelasnya. Koridor cukup sepi. Untungnya, di gerbang tidak ada BK ataupun satpam, si Gatol botak! "Ternyata, selain jadi murid bar-bar, kamu juga jadi pembalap." Tepat sekitar enam meter dari jaraknya Ara, si kaprog gila itu sedang berjalan di belakangnya. Bersuara dengan mistisnya, Ara menjadi was-was. Masalah apa lagi, ya, Allah.