lenswatanabe
- Reads 2,072
- Votes 188
- Parts 26
Alvin tumbuh hanya bersama ibunya sejak ayahnya meninggal ketika ia masih berusia 1 tahun. Sepanjang hidupnya, Alvin tidak pernah benar-benar merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang ayah. Ia melihat teman-temannya punya sosok panutan, tempat bercerita dan figur pelindung.
Saat memasuki usia remaja, Alvin mulai menyadari sesuatu, Ibunya selalu terlihat kuat, tapi sering diam sendirian.
Di balik senyum hangatnya, Alvin melihat kesepian yang selama ini tidak ia sadari. Dari situlah muncul keinginan sederhana tapi besar. Alvin ingin melihat Ibunya bahagia dan mungkin, ia juga ingin merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang Ayah.
Namun mencari "suami baru untuk Mama" tidak semudah yang ia bayangkan. Ada rasa takut, keraguan, bahkan penolakan dari lingkungan sekitar. Belum lagi perasaan Alvin sendiri yang bingung, apakah ia benar-benar siap berbagi kasih sayang Ibunya?
Perjalanan Alvin bukan hanya tentang menemukan pasangan untuk Ibunya tetapi juga tentang belajar menerima masa lalu dan membuka hati untuk keluarga yang baru.