berkedokkodok
- Reads 13,386
- Votes 529
- Parts 18
Jiwoo selalu yakin bahwa kendali adalah satu-satunya cara bertahan-sampai Carmen hadir dan membuat keyakinan itu terasa seperti kebohongan yang ia ulang setiap hari. Tatapan Carmen terlalu lama, jaraknya terlalu dekat, dan senyumnya selalu muncul di saat Jiwoo seharusnya pergi. Sejak itu, setiap pertemuan terasa seperti permainan berbahaya: siapa yang lebih dulu kehilangan kendali, dan siapa yang akan berpura-pura tidak menginginkannya.
Disclaimer!!!
Cerita ini adalah murni karya fiksi dan imajinasi yang ditulis oleh berkedokkodok. Tokoh-tokoh dan kejadian dalam cerita tidak mencerminkan kehidupan nyata dan tidak berkaitan dengan public figure mana pun. Semua kesamaan hanyalah kebetulan.