On Going Life Marriage
6 stories
Diluar Kontrak by FitriaAzzahra755
FitriaAzzahra755
  • WpView
    Reads 118
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 9
"Tak ada cinta yang menuntut, tak ada harapan yang mengecewakan. Sampai akhirnya... aku menemukan kenyamanan yang tidak pernah tertulis dalam kontrak kita." Pertemuan dua jiwa yang terluka dalam sebuah ikatan formal. Apakah Raya akan bertahan pada kontraknya, atau menyerah pada hatinya? DI LUAR KONTRAK 📜🖤 #DiLuarKontrak #RayaRey #WattpadIndonesia #MarriageLife #RekomendasiWattpad #CeritaWattpad #LocalPrideWattpad #RomanceStory
Married to a Shadow by FitriaAzzahra755
FitriaAzzahra755
  • WpView
    Reads 74
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
Bagi Aufa, pernikahan dengan Alma hanyalah sebuah merger strategis. Alma adalah "bayangan"-aset tak berwujud yang ia ciptakan agar hatinya tetap aman dari risiko jatuh cinta. Sebab bayangan tidak bisa menyentuh, dan tidak bisa melukai. 🧊🏢 Namun, kehadiran Arka dan Rendra adalah "dividen" hidup yang tak pernah masuk dalam hitungan logikanya. Saat cahaya Alma mulai menyinari sisi gelap ambisinya, sang arsitek logika ini akhirnya tersungkur. Ternyata, tidak ada exit strategy untuk cinta yang nyata. MARRIED TO A SHADOW 🖤✨ Baca kisah selengkapnya hanya di Wattpad! #MarriedToAShadow #AufaAlma #WattpadIndo #MarriageLife #BusinessRomance #RekomendasiWattpad #HighClassRomance
Oksitosin Untuk Alaya by FitriaAzzahra755
FitriaAzzahra755
  • WpView
    Reads 757
  • WpVote
    Votes 71
  • WpPart
    Parts 23
Pembimbing Klinis (DPJP) dr. Aditama, Sp.OG. Seketika, keriuhan di koridor itu seolah lenyap dari pendengaran Alaya. Dunia di sekitarnya mendadak hening, menyisakan kekosongan yang dingin di ulu hatinya. "Aditama?" Suara itu bukan milik Alaya. Itu suara Rian, rekan sejawatnya yang berdiri tepat di sampingnya. Rian menoleh ke arah Alaya dengan tatapan ngeri seolah baru saja melihat Alaya divonis hukuman berat. "Lo... lo serius dapet Dokter Tama, Al? Astaga, selamat berjuang ya." Alaya menelan ludah yang terasa menyumbat tenggorokannya. "Emangnya kenapa, Yan?" "Dia itu dokter senior muda paling perfeksionis yang pernah dilahirkan di fakultas ini. Prestasinya memang melangit, teknik operasinya bersih tanpa cela, tapi mulutnya... Al, satu milimeter saja jahitan lo nggak simetris, atau lo telat lapor detak jantung janin lima menit aja, dia bakal 'menguliti' lo di depan semua orang sampai lo lupa caranya jadi manusia. Dia nggak kenal kata 'maaf' buat kesalahan kecil." Alaya hanya mampu tersenyum tipis, sebuah senyuman paksa yang lebih mirip ringisan. Ia mencoba menutupi rasa cemas yang kini sudah merayap naik ke dadanya, menciptakan rasa sesak. Namun, melihat nama Aditama yang bersanding dengan namanya, ia sadar bahwa perjalanannya menuju keajaiban itu tidak akan seindah bayangannya.
Dekap yang Tertinggal by FitriaAzzahra755
FitriaAzzahra755
  • WpView
    Reads 37,491
  • WpVote
    Votes 974
  • WpPart
    Parts 57
Melupakan Arlan adalah misiku sejak dia memilih menikahi wanita lain dan berhenti mencintai Arlan adalah rencana masa depanku. Tapi takdir konyol ini malah memberiku status dan merekatkanku kembali pada pria itu lewat tangis bayinya yang hanya bisa tenang dalam dekapanku. Mampukah aku menjalani pernikahan yang hanya berlandaskan kebutuhan sang bayi? Sanggupkah aku terus menekan perasaanku saat tahu di hatimu tak pernah ada ruang untukku? Dan sanggupkah aku menjadi ibu pengganti di rumah yang setiap sudutnya masih menyimpan jejak manis istrimu? 🏅6 #Perasaan 🥇1 #Masalalu
Labyrinth Kata by FitriaAzzahra755
FitriaAzzahra755
  • WpView
    Reads 251
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 15
Bela adalah definisi kelembutan. Ia selalu mengira pernikahan adalah pelabuhan tenang. Namun, setelah dijodohkan demi ambisi perusahaan keluarga, Bela sadar ia tidak sedang menikah-ia sedang menyerahkan nyawanya ke dalam sangkar emas yang mematikan. Menikah dengan Brian bukan pilihannya, melainkan tumbal demi kekuasaan bisnis kedua orang tua mereka. Meski tanpa cinta, Bela berjanji untuk menjadi istri yang baik. Ia menyiapkan kopi dengan takaran pas, merapikan kemeja tanpa kerutan, dan memberikan pengabdian tanpa tapi. Namun, di rumah megah itu, Bela tidak menemukan surga. Ia justru terjebak dalam labirin manipulasi suaminya sendiri. "Kamu yang salah dengar, Bela. Jangan buat aku terlihat jahat hanya karena otakmu yang lambat." Setiap hari, mental Bela dikuliti perlahan. Brian tidak menggunakan kekerasan fisik, tapi kata-katanya adalah belati yang lebih tajam dari apa pun. Bela dibuat percaya bahwa dia adalah wanita paling tidak berguna, dan hanya Brian-lah yang sudi "menampungnya". Mampukah Bela sadar bahwa dirinya tidak bersalah? Ataukah dia akan terus tenggelam dalam manipulasi sampai identitas dirinya benar-benar hilang? "Karena di rumah ini, tidak ada kebenaran. Yang ada hanyalah kata-kata Brian