FitriaAzzahra755
- Reads 757
- Votes 71
- Parts 23
Pembimbing Klinis (DPJP) dr. Aditama, Sp.OG.
Seketika, keriuhan di koridor itu seolah lenyap dari pendengaran Alaya. Dunia di sekitarnya mendadak hening, menyisakan kekosongan yang dingin di ulu hatinya.
"Aditama?" Suara itu bukan milik Alaya. Itu suara Rian, rekan sejawatnya yang berdiri tepat di sampingnya. Rian menoleh ke arah Alaya dengan tatapan ngeri seolah baru saja melihat Alaya divonis hukuman berat. "Lo... lo serius dapet Dokter Tama, Al? Astaga, selamat berjuang ya."
Alaya menelan ludah yang terasa menyumbat tenggorokannya. "Emangnya kenapa, Yan?"
"Dia itu dokter senior muda paling perfeksionis yang pernah dilahirkan di fakultas ini. Prestasinya memang melangit, teknik operasinya bersih tanpa cela, tapi mulutnya... Al, satu milimeter saja jahitan lo nggak simetris, atau lo telat lapor detak jantung janin lima menit aja, dia bakal 'menguliti' lo di depan semua orang sampai lo lupa caranya jadi manusia. Dia nggak kenal kata 'maaf' buat kesalahan kecil."
Alaya hanya mampu tersenyum tipis, sebuah senyuman paksa yang lebih mirip ringisan. Ia mencoba menutupi rasa cemas yang kini sudah merayap naik ke dadanya, menciptakan rasa sesak.
Namun, melihat nama Aditama yang bersanding dengan namanya, ia sadar bahwa perjalanannya menuju keajaiban itu tidak akan seindah bayangannya.